April 20, 2013

0

Popularitas cupcake di Amerika mulai memudar?

  • April 20, 2013
  • Share
  • Cupcake pernah
    menjadi tren kue di Amerika
    Serikat, juga di Indonesia. Saat
    itu banyak toko khusus cupcake
    bermunculan, berlomba-lomba
    menarik perhatian dengan
    varian rasa dan topping cantik.
    Namun, tampaknya kini tren
    tersebut perlahan-lahan surut.
    Crumbs Bake Shop, jaringan
    toko cupcake terbesar di AS,
    menunjukkan penurunan nilai
    saham sebanyak 34% pada
    Jumat (12/04/13) lalu. Harga
    sahamnyapun jatuh hingga
    $1,70 (Rp 16.500), terjun
    bebas dari angka $13 (Rp
    126.000) pada pertengahan
    2011 ketika Crumbs sedang
    jaya.

    CEO Crumbs Julian Geiger
    mengatakan bahwa hal ini
    disebabkan oleh tak
    beroperasinya Crumbs karena
    bencana Badai Sandy. Saat itu
    angka penjualan turun hingga
    $700.000 (Rp 6,8 miliar) di
    penghujung tahun. Namun,
    sebagian lain percaya bahwa
    inilah pertanda bahwa tren
    cupcake akan segera berlalu.

    Cynthia Hankerson, pemilik
    Cupcake Salon di Jersey City,
    AS, mengakui hal tersebut.
    Tahun lalu, penjualan cupcake di
    gerainya pada hari Sabtu
    antara $600-700 (Rp
    5,8-6,8 juta). Namun, kini
    mendapat $300 (Rp 2,9 juta)
    saja sudah untung. "Orang-
    orang mulai bosan," ujar
    Hankerson kepada Wall Street
    Journal (17/04/13).

    Darren Tristano dari konsultan
    industri pangan Technomic Inc.
    turut berkomentar. "Ini sekadar
    tren jangka pendek dan kami
    mulai melihat kejenuhan.
    Permintaan datar. Jujur saja,
    siapapun bisa membuat
    cupcake," kata pria yang
    menjabat sebagai executive
    vice president ini.

    Crumbs yang bermarkas di New
    York City, AS, didirikan tahun
    2003. Toko ini menjual lebih
    dari 50 varian gourmet
    cupcake, yakni cupcake
    berukuran besar dengan isian
    dan memiliki tema rasa
    tertentu. Satu buah
    cupcakenya ditawarkan dengan
    harga relatif mahal, yakni
    $4,50 (Rp 44.000).

    Menurut John Gordon dari
    Pacific Management Consulting
    Group, konsep gourmet
    cupcaket memiliki pasar yang
    sangat terbatas. Pemimpin
    perusahaan analis industri
    restoran ini berpendapat,
    kejatuhan Crumbs disebabkan
    oleh pertumbuhan yang terlalu
    pesat di pasar yang tak dapat
    mendukungnya.

    Crumbs mengisyaratkan akan
    menutup beberapa cabang
    yang tak memenuhi level kinerja
    keuangan tertentu. Saat ini
    Crumbs juga sedang
    membutuhkan suntikan dana
    sebesar $10 juta untuk pindah
    ke mal di pinggiran kota yang
    prospek pertumbuhannya lebih
    cerah.

    Cupcake menjadi tren di awal
    tahun 2000-an, ketika
    Magnolia Bakery di New York,
    AS, muncul di serial TV Sex and
    the City. Juni 2011, Crumbs
    mulai bermain di bursa saham
    NASDAQ. Setelah itu
    bermunculanlah beberapa toko
    cupcake seperti Gigi's,

    Sprinkles , dan Sweet Revenge.
    Popularitas cupcakepun
    semakin dikuatkan dengan
    kehadiran ATM cupcake.

    0 Responses to “Popularitas cupcake di Amerika mulai memudar?”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin