May 9, 2013

0

5 Bandara tersibuk di Indonesia

  • May 9, 2013
  • Share
  • Kebutuhan akan transportasi udara dari tahun
    ke tahun semakin meningkat. Hal tersebut
    didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia
    yang positif membuat aktivitas bandara juga
    meningkat. Moda transportasi udara yang
    dahulu dinilai mahal oleh masyarakat saat ini
    sudah bisa terjangkau.
    Berikut kami mencoba mengulas beberapa
    bandara tersibuk di Indonesia dari sisi jumlah
    penumpang per tahunnya.

    1. Bandara Soekarno Hatta
    Bandara yang diambil dari nama presiden dan
    wakil presiden Indonesia pertama ini mulai
    beroprasi pada tahun 1985. Bandara ini
    dirancang oleh arsitek asal Prancis Paul
    Andreu dan berdiri di atas tanah seluas 18Â
    km² di Kota Tangerang, Banten.
    Bandara internasional ini awalnya dirancang
    untuk menampung penumpang sebanyak 22
    juta orang. Namun berdasarkan data Dewan
    Bandara Internasional, pada 2011, penumpang
    di bandara ini sudah mencapai sekitar 51,17
    juta penumpang per tahunnya.
    Dalam masterplan pengembangan bandara,
    PT Angkasa Pura II selaku operator berencana
    meningkatkan kapasitas menjadi 62 juta
    penumpang per tahun pada 2014.
    Peningkatan kapasitas apron atau lapangan
    parkir pesawat juga menjadi bagian dalam
    rencana yakni dari 125 pesawat menjadi 174
    pesawat terbang.

    Diperkirakan PT Angkasa Pura II akan
    menghabiskan dana sekitar Rp 11,7 triliun untuk
    melakukan pengembangan bandara hingga
    2014 ini.

    2. Bandara Juanda
    Bandara Internasional Juanda berlokasi di
    Surabaya, Jawa Timur. Bandara yang diambil
    dari nama perdana menteri terakhir di
    Indonesia ini dioperatori oleh PT Angkasa Pura
    I.

    Bandara yang berdiri di atas tanah seluas
    51.500 m ini, berdasarkan data Dewan
    Bandara Internasional pada 2011 melayani
    sekitar 13,77 juta penumpang tiap tahunnya.
    Angka ini meningkat dalam tiga tahun
    terakhir di mana pada 2008 hanya melayani
    8,8 juta penumpang, 2009 melayani 10,6
    juta penumpang dan 2010 melayani 11,1 juta
    penumpang.

    3. Bandara Ngurah Rai
    Bandara internasional ini terletak di sebelah
    selatan Bali. Sebagai tujuan wisata yang telah
    mendunia, tentu Bali sangat padat dan ramai
    oleh wisatawan hampir setiap harinya,
    sehingga bandara Ngurah Rai menjadi salah
    satu bandara tersibuk.

    Bandara ini setidaknya telah melayani sekitar
    27 maskapai penerbangan yang terdiri dari 10
    maskapai penerbangan dengan jalur domestik
    dan 17 lainnya maskapai penerbangan dengan
    jalur internasional.

    Berdasarkan data Dewan Bandara
    Internasional, Bandara Ngurah Rai pada 2011
    tercatat telah melayani 12 ,7 juta penumpang.
    Angka ini meningkat terus di mana pada
    2009 jumlah penumpang sekitar 9,6 juta
    orang dan 2010 sebanyak 11,1 juta orang.

    4. Bandara Sultan Hasanuddin
    Bandara yang dioprasikan oleh PT Angkasa
    Pura I ini terletak di Kota Makassar, Sulawesi
    Selatan. Bandara ini mengalami proses
    perluasan dan pengembangan yang dimulai
    tahun 2004. Saat ini, Bandara Sultan
    Hasanuddin melayani 225 rute penerbangan.
    Ada 18 maskapai yang melayani penerbangan
    domestik, dan 2 maskapai yang melayani rute
    internasional.

    Bandara yang sempat dinobatkan menjadi
    salah satu bandara dari tiga bandara terbaik
    di Indonesia ini, dari data Dewan Bandara
    Internasional menempati urutan keempat
    sebagai bandara tersibuk.
    Pada 2011 tercatat Bandara Sultan
    Hasanuddin telah melayani penumpang
    sebanyak 7,4 juta orang. Tingginya frekuensi
    penumpang di bandara ini membuat otoritas
    bandara memperluas bandara dari 51.000 m²
    menjadi sekitar 7 hektar.

    5. Bandara Polonia
    Nama Polonia diambil sebagai nama bandara
    berdasarkan negara asal pembangunnya yakni
    Polandia. Bandara ini berdiri di kawasan yang
    dulunya merupakan lahan pekebunan milik
    orang Polandia bernama Michalski.
    Bandara Polonia berdiri di atas tanah seluas
    144 hektar. Bandara ini dirancang untuk
    dapat memuat maksimum sekitar 900.000
    penumpang. Dari tahun ke tahun arus
    penumpang Polonia cenderung mengalami
    peningkatan antara 15 hingga 20 persen.

    Pada 2004 jumlah pergerakan pesawat
    mencapai 35.100 penerbangan domestik dan
    8.266 penerbangan internasional.
    Berdasarkan data Dewan Bandara
    Internasional pada 2011 tercatat 7,1 juta
    penumpang melewati Bandara Polonia. Angka
    ini tentunya jauh di atas kapasitas awalnya.

    Tidak representatifnya bandara ini dengan
    jumlah penumpang, rencananya bandara ini
    dalam beberapa tahun ke depan akan
    dipindahkan ke Kuala Namu, di Kabupaten Deli
    Serdang. Setelah Kuala Namu mulai
    beroperasi, operasional bandara akan
    diserahkan kepada TNI AU.

    0 Responses to “5 Bandara tersibuk di Indonesia”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin