June 6, 2013

0

Tahap-tahap pembuatan SIM

  • June 6, 2013
  • Share
  • Tahap-tahap pembuatan SIM- bagi sahabat kucoba semua yang seneng pergi-pergi ke luar kota (kalo kata anak gaul namanya touring), mau itu niatnya liburan, atau sekedar ngabisin bensin, atau sekedar bikin macet jalanan (hehe jangan sampe dong ya), dan kebanyakan menggunakan motor, karena mungkin lebih gesit jika ke daerah yang rawan macet, dan tentunya lebih hemat BBM. Tapi jangan lupa ta’ati juga peraturan lalu lintas sebagaimana mestinya, pakailah helm yang berlisensi (alias SNI), kalian tidak mau kan sampe kena tilang Pak Polisi.
    Ngomong-ngomong soal tilang kena tilang, supaya sahabat kucoba bisa tenang ketika berkendara, akan lebih baik jika sudah punya SIM C pribadi (memang ga bisa dipinjem-pinjem sih yang namanya sim itu hehe makanya pribadi). Ada beberapa hal yang ingin saya berbagi kepada sahabat semua mengenai langkah-langkah pembuatan SIM C. tidak terlalu ribet juga, langsung saja ini dia :

    1.      Cek kesehatan
    Hal yang pertama saya lakukan saat pertama kali datang ke POLRES dengan niat bikin SIM C yaitu bertanya kepada orang-orang di sekitar, karena kurang paham langkah apa dulu tentunya. Ternyata setelah ada yang memberitahu bahwa yang pertama kali harus kita lakukan dalam tahap pembuatan SIM C adalah cek kesehatan. Nanti kita akan di data tinggi badan, di sana sudah tersedia alat pengukurnya, serta tes golongan darah, tapi bagi yang sudah tau golongan darahnya sendiri, tinggal langsung bilang saja dan tidak perlu dites lagi. Tahap ini memakan biaya sebesar Rp. 20.000

    2.      Membuat kartu asuransi
    Setelah tahap pertama selesai, selanjutnya adalah membuat kartu asuransi, tidak memakan banyak waktu hanya mengisi formulir dan membayar biaya sebesar Rp. 30.000, selesailah sudah kita mendapatkan kartu asuransi kecelakaan diri pengemudi (AKDP). dan biasanya tempat pendaftaran kartu asuransi dengan tempat cek kesehatan bersebelahan.

    3.      Menyerahkan form kesehatan beserta form asuransi
    Tahap kedua lancar, kemudian tahap ketiga baru menyerahkan kedua form yang telah kita lewati di tahap sebelumnya ke loket penyerahan formulir. Memang sepertinya tidak lama tinggal menyerahkan formulir dan menunggu panggilan, tapi nyatanya justru karena pengunjung yang ingin membuat SIM C banyak, makanya diantrian inilah yang memakan banyak waktu, yang dibutuhkan di tahap ketiga ini yaitu kesabaran yang ekstra untuk menghadapi cobaan (hehe lebay), tidak jarang kita harus berdesak-desakan sambil berdiri karena tempat duduk selalu penuh.

    4.      Mengikuti tes simulasi
    Setelah seribu tahun menunggu, dan akhirnya dipanggil juga nama kita untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu tes simulasi. Sebagai gambaran tesnya yaitu nanti di suatu ruangan akan dihadapkan pada layar yang cukup besar, dan kemudian akan tampil bentuk-bentuk animasi mengenai kegiatan lalu lintas. Yang harus kita lakukan adalah menjawab gambar yang ditampilkan apakah melakukan pelanggaran atau tidak, dengan cara menekan tombol “yes” atau “no” yang tersedia di tempat duduk yang telah disediakan. Kriteria kita lulus tes atau tidak, dengan nilai (point) yang kita dapat berdasarkan jawaban yang kita pilih, tapi lebih besar yang mengikuti tes ini lulus, karena tidak terlalu sulit juga.

    5.      Mengikuti tes mengemudi
    Selamat bagi yang telah lulus tes simulasi, dan ada satu tahap tes lagi yang harus diselesaikan untuk bisa mendapatkan SIM C yaitu tes berkendara. Pada tes ini tentu saja kita diuji untuk mengendarai motor dan melewati jalur yang telah disediakan. Jika tidak membawa motor pribadi, di TKP juga disediakan motor untuk uji coba. Jalur yang akan ditempuh lurus dengan zig-zag, kemudian berputar seperti angka 8. Tidak seperti kelihatannya sobat, jalur yang pinggirnya diberi pembatas agar kita tetap berada di tengahnya, kelihatan cukup besar padahal setelah mencoba menggunakan motor jalurnya itu terlalu sempit jika harus memaksa kita berputar. Jika saya boleh menyarankan, hendaknya pakai motor matic seperti mio, karena ukurannya lebih ramping. Hati-hati pada tes ini, jika menyenggol pembatas sedikit saja dan membuat kita berhenti maka dianggap gagal, percobaan yang diberikan hanya 1 kali. Tapi jika telah gagal, masih bisa mencoba minggu depan, dan terus seperti itu.

    6.      Membayar biaya administrasi
    Anggap saja tes berkendara lulus dengan sekali coba, maka setelah itu kita akan mendapat rekomendasi dari bapak petugas sebagai bukti telah lulus tes berkendara, juga sebagai syarat melakukan pembayaran administrasi, biaya administrasi seharga Rp. 100.000

    7.      Mengumpulkan berkas
    Masih belum selesai sobat, karena setelah kita mendapat beberapa berkas, kita harus mengumpulkan berkas tersebut di loket pengumpulan berkas untuk mendapatkan formulir. Tinggal tunggu saja nama sendiri dipanggil.

    8.      Mengambil formulir
    Setelah nama kita yang dipanggil, selanjutnya kita kan mendapat beberapa lembar formulir yang harus diisi. Lumayan banyak juga pertanyaan yang diajukan, tapi tidak terlalu sulit dan tidak harus menghafal juga hehe
    9.      Menyerahkan dan menunggu panggilan
    Seperti biasa, formulir telah lengkap terisi langkah selanjutnya tentu saja mengumpulkan formulir tersebut di loket pengumpulan formulir, dan tinggal menunggu panggilan difoto untuk SIM C yang akan kita miliki.

    10.  Pemotretan
    Dalam beberapa menit kita akan menjadi model, diminta liat ke kamera, senyum, dan jepret… setelah itu menandatangani SIM C yang akan kita miliki pada alat yang telah disediakan. Tahap-tahap pembuatan SIM C telah selesai, tinggal menunggu pembagian kartu SIM C.

    Jadi keseluruhan biaya yang akan ditanggung sekitar Rp 150.000. murah kan? Tentu saja jika tidak ada “oknum”… semoga berhasil dengan lancar sahabat kucoba.

    0 Responses to “Tahap-tahap pembuatan SIM”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin