May 10, 2013

0

Ternyata pergaulan mempengaruhi masa depan dan cita-cita kita

  • May 10, 2013
  • Share
  • Ada yang tahu Mark Victor
    Hansen? Mungkin hanya beberapa
    di antara kamu mengingat nama
    tersebut. OK, sekarang
    pertanyaannya saya ubah sedikit.
    Ada yang tahu buku seri "Chicken
    Soup for the Soul"? Rasanya, buku
    ini sudah banyak yang membaca
    atau setidaknya mendengarnya.
    Ya, Mark Victor Hansen adalah
    penulis buku seri yang terkenal
    sedunia tersebut. Kali ini kita akan
    belajar sesuatu hal dari Hansen dan
    sahabatnya, Anthony Robbins. Dua
    sahabat ini sama-sama menjadi
    motivator bagi orang banyak.
    Suatu saat ketika penghasilan
    Hansen mencapai US $ 1 Juta, ia
    bertanya pada Robbins,
    "Penghasilan Anda demikian besar,
    bagaimana saya bisa
    mencapainya juga?"

    Saat ditanya, Robbins malah balik
    bertanya, "Siapa kelompok pemikir
    utama Anda?" "Kelompok jutawan,"
    jawab Hansen.

    "Itulah kekeliruan Anda. Anda harus
    bergaul dengan kelompok
    miliarder, pasti mereka akan
    membuat Anda berpikir pada
    tingkatan mereka," jawab Robbins.
    Setelah Hansen mendapat
    jawaban tersebut, tak lama ia pun
    berhasil memperoleh penghasilan
    hingga US $ 1 Milyar.

    Bagaimana kita belajar dari kisah
    Hansen dan Robbins? Pergaulan
    yang kita pilih, pertemanan atau
    komunitas tertentu akan
    mendatangkan pengaruh bagi kita
    di masa depan , baik atau
    buruk. Hal ini diteguhkan juga oleh
    penelitian yang dilakukan Dr. David
    dari Universitas Havard, yang
    menyimpulkan seorang teman
    atau komunitas akan berpengaruh
    terhadap kesuksesan setelah 25
    tahun.

    Pada dasarnya manusia memang
    senang beradaptasi atau
    mengikuti pola hidup
    lingkungannya. Artinya, bila kita
    bekerja di antara orang-orang
    yang rajin, berdisiplin tinggi, selalu
    menjaga mutu dan kualitas, jujur,
    maka cepat atau lambat kita
    akan meniru gaya hidup mereka.

    Namun sebaliknya, bila kita bekerja
    di lingkungan yang orang-
    orangnya cenderung malas, telat,
    tidak disiplin, suka membolos,
    curang, maka pelan tapi pasti kita
    akan melakukan hal yang sama.
    Senada dengan kesimpulan Dr.
    David, juga menjadi salah satu poin
    penting dalam buku "The
    Secret" (Rhonda Byrne) atau
    bahkan nasihat Mario Teguh, sang
    motivator terkenal di negeri ini.
    Untuk mencapai apa yang kita
    cita-citakan, maka akan lebih
    mudah tercapai bila kita sering
    berinteraksi dengan orang-orang
    yang sejalan dengan tujuan kita.
    Kalau kamu ingin menjadi pemain
    musik yang handal, tentu akan
    lebih cepat tercapai bila kamu
    bergaul dengan musisi, apalagi dari
    para senior, bukan?
    Tentu saja, Hansen, Robbins,
    Rhonda, atau Mario Teguh sekali
    pun tidak berarti hanya memilih
    orang dari kelas tertentu sebagai
    teman pergaulan. Berteman dan
    mengenal orang dari berbagai
    kalangan pasti berguna untuk
    memperluas pergaulan. Semakin
    banyak teman maka semakin
    mudah hidup kita karena bisa
    saling tolong-menolong.

    Namun memiliki batas agar tak
    terlalu larut dalam pergaulan yang
    tak sesuai dengan tujuan kita tentu
    bisa menjaga langkah kita tetap
    pada jalur. Jadi, bila kita ingin
    berhasil, tempatkanlah diri kita
    pada jalur yang benar.

    Tetapkanlah diri kita untuk selalu
    bergaul dengan pribadi-pribadi
    yang dapat memberi pengaruh
    positif, dan masa depan yang
    cemerlang pun tersedia bagi kita.
    "Kita tidak mungkin bisa
    terbang seperti rajawali kalau
    kita hidup di kumpulan ayam."

    0 Responses to “Ternyata pergaulan mempengaruhi masa depan dan cita-cita kita”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin