May 24, 2013

0

Perbandingan Antarlini Dortmund vs Muenchen

  • May 24, 2013
  • Share
  • Jelang Final Liga Champions 2013:
    Borussia Dortmund vs Bayern
    Muenchen
    Bayern Muenchen dan Borussia
    Dortmund adalah dua kekuatan
    sepak bola yang sempat luput
    diperhitungkan khalayak sebelum
    mereka mencapai Liga Champions
    musim ini. Meski Muenchen berhasil
    melaju ke babak final Liga
    Champions dua kali dalam lima
    tahun ke belakang, entah
    bagaimana nama mereka selalu
    kalah pamor dibanding nama-
    nama seperti Manchester United,
    Barcelona, Real Madrid, bahkan
    Chelsea.

    Tetapi musim ini lain. Auman
    garang pasukan elit Bavaria ini
    akhirnya terdengar sampai ke
    seluruh dunia. Barcelona, tiran
    sepak bola Eropa sejak 2008,
    dihajar tujuh gol tanpa balas dalam
    dua leg semi final Liga Champions
    musim ini. Hampir seluruh filosofi
    permainan sepak bola dikuasai
    dengan sempurna oleh Die Roten.

    Mereka bisa menguasai bola,
    melancarkan serangan cepat
    lewat sayap dan bertahan dengan
    shape retention nan sempurna.
    Muenchen begitu disiplin baik
    dalam menyerang maupun
    bertahan. Mereka begitu kreatif
    dan menghibur namun semua itu
    dilakukan di dalam koridor yang
    jelas batasannya. Mereka kuat,
    cepat, dan kejam. Definisi yang
    seharusnya lebih cocok
    diperuntukkan bagi satuan serdadu
    militer.

    Namun, di balik kekejaman itu
    terselip sebuah keindahan.
    Mudahnya, FC Hollywood
    membantai lawan-lawannya
    dengan cara yang indah dan
    penuh cita rasa seni.
    Borussia Dortmund sebagai lawan
    Muenchen memang sedikit
    mengejutkan. Akan tetapi,
    keterkejutan itu sudah layaknya
    sirna jika kita mengikuti sepak
    terjang mereka sejak dua musim
    yang lalu.

    Filosofi bermain mereka jelas. Tidak
    perlu bertele-tele, hajar saja lawan
    ketika mereka lengah. Serang
    secepat-cepatnya, seefektif dan
    seefisien mungkin. Jika suatu hari
    nanti Anda diberi kesempatan
    bertemu, tanya saja Sergio Ramos
    dan Raphael Varane kalau tidak
    percaya.
    Kiprah Borussia Dortmund juga
    sebelumnya sempat kurang
    diperhatikan. Memang betul
    mereka berhasil memuncaki grup
    neraka yang dihuni Real Madrid,
    Manchester City dan AFC Ajax,
    tetapi ketika itu, sebagian orang
    lebih memilih untuk
    menganggapnya sebagai sensasi
    sesaat saja. Di babak perempat
    final pun, mereka harus bersusah
    payah menyingkirkan Malaga. Baru
    ketika mereka menghancurkan
    Real Madrid di leg pertama babak
    semifinal, khalayak mulai benar-
    benar membuka mata.

    Dua tim ini memang sangat layak
    untuk berada di partai puncak.
    Dominasi Spanyol diruntuhkan
    tanpa tedeng aling-aling dan untuk
    itu, mereka seakan tidak
    membutuhkan apa-apa lagi untuk
    dibuktikan bahwa mereka
    memang layak. Berbicara soal
    kelayakan, artinya berbicara soal
    kemampuan teknis kedua tim dan
    di sini, kita akan melakukan
    komparasi antarlini dari dua tim ini.

    LINI BELAKANG

    Bayern Muenchen
    FC Hollywood tidak kebobolan satu
    gol pun dalam empat
    pertandingan Liga Champions
    terakhir mereka. Tidak tanggung-
    tanggung, di empat pertandingan
    tersebut, lawan yang dihadapi
    adalah Juventus dan Barcelona.
    Penampilan lini belakang FC Bayern
    di laga leg pertama semi final
    Liga Champions barangkali
    merupakan salah satu penampilan
    defensif terbaik musim ini. Pemain
    Barcelona begitu sulit menemukan
    celah dan ruang untuk sekadar
    menerobos masuk ke kotak penalti.
    Kedatangan Dante Bonfim dari
    Borussia Moenchengladbach di
    awal musim sanggup
    memperkokoh sekaligus
    menyempurnakan kinerja lini
    belakang Muenchen yang
    sebelumnya agak rentan oleh
    kecerobohan Jerome Boateng dan
    Holger Badstuber.

    Selain itu, penampilan kedua full-
    back kanan dan kiri Muenchen
    betul-betul eksepsional.
    Kemampuan Phillipp Lahm dan
    David Alaba membantu serta
    menginisasi serangan sama baiknya
    dengan kemampuan defensif
    mereka.

    Situs WhoScored mencatat, dari 10
    gol yang bersarang di gawang
    Manuel Neuer, 6 di antaranya
    berasal dari open play, 3 dari
    situasi set-piece, dan 1 gol lewat
    serangan balik. Di sini, seperti yang
    terjadi di final DFB Pokal musim
    lalu, ada sedikit celah di lini
    pertahanan Muenchen terutama
    dari situasi serangan balik. Dua full-
    back mereka, Lahm dan Alaba
    masing-masing pernah dilewati
    sekitar satu kali di setiap
    pertandingannya.

    Borussia Dortmund
    12 gol bersarang di gawang
    Roman Weidenfeller dalam 12
    laga. Bukan rataan yang buruk
    tentunya ketika sebuah tim
    kebobolan satu kali di setiap laga.
    Memang, pertahanan Borussia
    Dortmund terhitung solid, akan
    tetapi, ada satu kejadian yang
    menunjukkan bahwa ada celah
    untuk unforced error di lini
    belakang tim ini. Gol Cristiano
    Ronaldo di Westfalen menunjukkan
    bahwa ada potensi bagi lini
    belakang Borussia Dortmund untuk
    berlaku ceroboh.

    Mats Hummels adalah si pemain
    yang ceroboh tersebut. Akan
    tetapi, potensi kecerobohan
    tersebut ia tutupi dengan
    penampilan cemerlang. 3,1 tekel;
    2,5 intersepsi; dan 6,5 sapuan
    seperti yang dicatatkan
    WhoScored menunjukkan bahwa
    Hummels adalah bagian integral lini
    belakang Borussia Dortmund. Di
    posisi full-back, nama Lukasz
    Piszczek menjelma menjadi satu
    nama spesial.

    Lukasz Piszczek mencatatkan
    sudah mencatatkan 1 assist di
    pergelaran Liga Champions musim
    ini. Selain itu, peran Piszczek untuk
    membangun serangan juga tak
    kalah krusial. Catatan rata-rata 1,5
    keypasses per laga menunjukkan
    bahwa Piszczek memiliki visi brilian
    dalam menginisasi serangan.

    Kombinasi Piszczek dengan sesama
    pemain Polandia, Kuba
    Blaszczykowski di sayap kanan
    merupakan salah satu yang
    terbaik di dunia saat ini.

    LINI TENGAH

    Bayern Muenchen
    Lini tengah Muenchen adalah salah
    satu yang terbaik di dunia.
    Kombinasi antara kecerdasan,
    teknik olah bola, kekuatan dan
    kecepatan menjadikan lini tengah
    ini begitu intimidatif. Duet double-
    pivot Bastian Schweinsteiger dan
    Javi Martinez menyimbolkan
    kecerdasan, teknik olah bola dan
    kekuatan. Sementara itu, duet
    Robbery di sayap kiri dan kanan
    menyimbolkan kecepatan,
    kecerdasan dan teknik olah bola.

    Ketika Muenchen menjinakkan
    Barcelona di Camp Nou, 81%
    bangun serangan dilakukan dari sisi
    sayap, sementara itu, sentral
    lapangan Die Roten menjadi filter
    utama serangan Barcelona.
    Schweinsteiger dan Martinez di
    pertandingan tersebut masing-
    masing mencatatkan 6 dan 2
    tekel bersih. Selain itu, mereka juga
    masing-masing mencatatkan 4
    dan 3 intersepsi. Selain dari aspek
    defensif, aspek ofensif dua
    gelandang ini juga tidak kalah
    mumpuni.

    Meskipun sulit diukur secara
    statistik, dinamisnya pertukaran
    posisi Schweinsteiger dan Martinez
    dalam bergantian maju-mundur
    membantu inisiasi serangan
    menjadi kunci utama permainan
    Muenchen. Keseimbangan
    menyerang dan bertahan FC
    Hollywood semuanya terlihat dari
    bagaimana lini tengah mereka
    bermain.

    Borussia Dortmund
    Ilkay Gundogan dan Sven Bender
    adalah pesaing natural utama
    bagi Bastian Schweinsteiger dan
    Sami Khedira di lini tengah Jerman.
    Banyak pihak yang mengatakan
    bahwa kegagalan Jerman di Euro
    2012 silam disebabkan karena
    keengganan Joachim Loew untuk
    mengubah perspektif Bayern-
    sentris menjadi Dortmund-sentris.
    Padahal, lini tengah Borussia
    Dortmund tidak kalah kelas
    dibanding milik Muenchen.

    Gaya bermain Borussia Dortmund
    yang lebih direct membutuhkan lini
    tengah yang mampu menjalankan
    transisi cepat dari bertahan ke
    menyerang. Butuh sosok dengan
    kecerdasan dan visi di atas rata-
    rata untuk cepat mengalirkan bola
    ke wilayah yang potensial untuk
    menghasilkan peluang. Selain itu,
    sayap dan posisi nomor sepuluh
    Borussia Dortmund diisi oleh pemain
    yang memiliki kreativitas dan teknik
    di atas rata-rata.

    Mario Goetze, Marco Reus dan
    Kuba Blaszczykowski menjadi aktor
    penting bagi Borussia Dortmund
    untuk melancarkan serangan
    direct cepat dan mematikan. Reus,
    selama gelaran Liga Champions
    musim ini mampu mencatatkan
    rataan 2,3 dribel sukses per laga.
    Disusul oleh Goetze dengan 1,7 dan
    Blaszczykowski dengan 1,4.
    Serangan ini masih disokong pula
    oleh agresivitas duo full-back
    dinamis mereka, Lukasz Piszczek
    dan Marcel Schmelzer.

    LINI DEPAN

    Bayern Muenchen
    Lini depan Muenchen betul-betul
    spesial musim ini. Dari 12 laga Liga
    Champions, mereka mampu
    mencatatkan 29 gol. Itu artinya,
    rataan gol per pertandingan
    mereka mencapai angka 2,4 gol
    per pertandingan. Thomas Mueller
    dan Mario Mandzukic menjadi dua
    aktor spesial di lini depan

    Muenchen karena kemampuan
    mereka yang komplit. Dua pemain
    ini, selain tajam, mereka juga
    memiliki kesadaran dan
    kemampuan defensif yang amat
    baik. Muenchen benar-benar
    mempraktikkan totaal voetbal
    dengan memaksimalkan
    kemampuan defensif pemain
    depan mereka.

    Thomas Mueller kembali menjadi
    Thomas Mueller yang kita kenal di
    Piala Dunia 2010 silam. Meskipun
    terkadang gerak olah bolanya,
    seperti yang dikatakan Raphael
    Honigstein, tidak ortodoks, namun
    kemampuan teknisnya jelas di atas
    rata-rata. Selain itu, kecerdasannya
    untuk mencari dan memanfaatkan
    ruang sangat berperngaruh bagi
    ketajamannya. Ia bukan pemain
    yang paling enak ditonton, tetapi
    ia mungkin salah satu yang paling
    rajin.

    Sementara itu, Mario Mandzukic,
    dengan kekuatan fisiknya sering
    digunakan untuk menekan
    playmaker lawan, seperti yang
    dilakukannya terhadap Andrea Pirlo
    di Euro 2012 dan perempat final
    Liga Champions. Ia mampu
    mempersempit ruang gerak
    lawan, terutama lawan yang
    memulai bangun serangannya dari
    lini belakang. Di leg kedua
    pertandingan kontra Barcelona, ia
    mampu mencatatkan 4 tekel dan
    1 intersepsi.

    Borussia Dortmund
    Borussia Dortmund
    Hanya ada satu nama: Robert
    Lewandowski. Pemain yang gagal
    menembus tim utama Legia
    Warszawa di awal karirnya ini
    menyumbang 10 dari 23 gol
    Borussia Dortmund di Liga
    Champions musim ini. Dengan
    catatan seperti itu, berarti 43,4%
    gol Borussia Dortmund lahir dari
    kaki dan kepala penyerang 24
    tahun ini.

    Dominannya Lewy - sapaan akrab
    Lewandowski - di lini depan
    Borussia Dortmund mengindikasikan
    bahwa Lewandowski adalah
    pemain yang sangat spesial dan
    Borussia Dortmund sangat
    bergantung pada ketajamannya.
    Lewandowski adalah penyerang
    klasik yang lihai mencari ruang dan
    tidak membutuhkan banyak
    peluang untuk menghasilkan gol.

    Teknik olah bolanya tidak terlalu
    spesial, akan tetapi sebagai
    predator kotak penalti, ia memiliki
    kecerdasan tinggi untuk membaca
    arah bola dan permainan,
    sehingga ia tahu kapan dan di
    mana ia harus berada untuk
    mencetak gol. Tak mengherankan
    jika pemain satu ini menjadi salah
    satu primadona bursa transfer.

    0 Responses to “Perbandingan Antarlini Dortmund vs Muenchen”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin