May 12, 2013

0

Kematian akibat magnet iPad

  • May 12, 2013
  • Share
  • Tablet besutan Apple, iPad, ternyata
    mempunyai efek buruk bagi pasien penderita
    jantung. Meski tak berdampak langsung,
    magnet pada iPad 2 dapat mengurangi masa
    hidup perangkat alat bantu jantung, yang
    ditanam pada pasien.
    Temuan ini dihasilkan dari riset siswi SMA
    Stockton, California, berusia 14 tahun, Gianna
    Chien, dilansir Sydney Morning Herald, 11 Mei
    2013.

    Chien mengatakan, jika seorang pasien
    tertidur dengan iPad 2 terletak di dada,
    magnet dalam pelindung iPad itu dapat
    secara sengaja mematikan perangkat jantung
    yang ditanam itu.

    "Tentu saya langsung berpikir, bahwa orang
    harus menyadari hal ini. Itu sebabnya saya
    presentasikan penelitian ini," ujarnya.
    Untuk diketahui, defibrillator (peralatan
    elektronik yang dirancang untuk memberikan
    kejut listrik), sebagai tindakan pencegahan,
    memang dirancang bisa mati ketika terkena
    magnet. Sementara dalam iPad 2 terdapat 30
    magnet.

    Chien menemukan, magnet iPad dapat berisiko
    saat diletakkan di tubuh. Sedangkan, jika
    memegang iPad di depan dada, tidak
    menyentuh, magnet iPad tidak berbahaya.

    Penelitian Chien melibatkan 26 relawan
    dengan defibrillator. Pada alat itu ditemukan
    mode magnet. Mode ini dipicu dari 30 persen
    pasien yang meletakkan tablet di dada
    mereka.
    Tetapi, iPad 2 tidak mengganggu empat alat
    pacu jantung atau loop-recorder, yang telah
    diuji.

    Karena itu, Chien mengatakan, pasien harus
    diberitahu tentang risiko, demikian juga
    dengan dokter yang harus memeriksa
    perangkat untuk memastikan apakah alat itu
    padam secara tidak sengaja karena pengaruh
    magnet.

    Chien mengaku menerima iPad 2 sebagai kado
    ulang tahunnya pada Agustus 2011. Saat itu,
    dia menemukan sejumlah pengguna iPad yang
    berusia lebih tua darinya kerap membaca
    tutorial penggunaan perangkat.
    Dari situ, ia kemudian mendalami apakah ada
    hubungan antara iPad dan perangkat jantung
    itu.

    "Saya kira mereka benar-benar tidak tahu
    tentang risiko ini," ujar Chien.
    John Day, Kepala layanan Heart-Rhythm dari
    Intermountain Medical Centre, Murray, Utah,
    mensyukuri temuan siswi SMA itu.

    Menurutnya,
    hal itu dapat meningkatkan kesadaran tentang
    bahaya dalam pengaturan perangkat yang
    lebih spesifik.

    "Pasien defibrillator masih bisa membeli produk
    Apple. Hanya saja, jangan menempatkan iPad
    di dada," katanya.

    0 Responses to “Kematian akibat magnet iPad”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin