May 17, 2013

0

7 kebisaan gamer yg dianggap aneh oleh orang awam

  • May 17, 2013
  • Share
  • 7. "Kenal juga enggak, kok loyal banget?"
    Pertemanan di dunia maya adalah hal yang
    tidak lagi asing dengan perkembangan
    teknologi yang satu ini. Namun
    mengembangkan loyalitas yang luar biasa
    untuk orang yang belum pernah Anda temui
    secara langsung di dunia maya tanpa
    keraguan? Hanya gamer yang mampu
    melakukan hal ini. Fenomean ini sendiri dapat
    terlihat dari sistem guild yang menjadi bagian
    yang tidak terpisahkan dari dunai MMORPG.

    Masuk ke dalam guild berarti percaya dan
    mengikuti sebauh sistem unik dalam kelompok,
    serta berusaha bekerja sama dan berperan
    sebaik mungkin. Ketika ketua guild meminta
    untuk berkumpul untuk hunting bersama
    misalnya, menjadi kewajiban anggota guild
    untuk menyempatkan waktu untuk ikut jika
    dimungkinkan. Sebuah bentuk loyalitas
    mungkin terlihat absurd di mata orang awam.
    Bagaimana caranya gamer dapat
    mengembangkan kepercayaan dan tanggung
    jawab untuk orang yang bahkan belum
    mereka temui secara langsung? Ini tentu akan
    menjadi misteri tersendiri bagi para gamer,
    setidaknya hingga mereka menjajal,
    mengalami, dan menemukan jawabannya
    secara langsung.

    6. "Coba sekali-kali keluar rumah"
    ni sudah pasti menjadi nasihat yang seringkali
    Anda terima ketika berperan sebagai seorang
    gamer. Dengan durasi gameplay minimal 8
    jam hingga ratusan jam permainan, apalagi
    ditambah dengan kemampuan untuk
    menyuntikkan berbagai elemen yang adiktif,
    hidup gamer memang akan dengan mudah
    terserap ke dalam layar monitor dan kontroler
    yang tengah mereka genggam erat.
    Kesenangan, kepuasan, dan tantangan yang
    ia lahirkan membuat sebagian besar gamer
    dianggap anti-sosial, terutama dari mereka
    yang non-gamer.

    "Dipaksa" untuk lebih banyak menikmati dunia
    luar, banyak orang awam yang seolah tidak
    memahami bahwa sumber kesenangan gamer
    sangatlah sederhana. Tidak dengan bercerita
    banyak hal dengan orang lain, tidak dengan
    berinteraksi dengan tetangga, tidak dengan
    mendengar curahan hati teman, yang
    dibutuhkan oleh seorang gamer adalah peran
    dan konklusi dari setiap game yang tengah
    mereka main. "Coba sekali-kali keluar rumah"
    menjadi pilihan tidak rasional, seperti merebut
    sumber kesenangan dari Anda secara instan.

    5. "Reaksinya jangan lebay donk kalau ada
    game baru!"
    Bagi seorang gamer, tidak ada momen yang
    lebih menyenangkan selain menemukan fakta
    bahwa akan ada lebih banyak game
    berkualitas yang muncul dalam hitungan hari
    atau minggu ke depan. Jika game-game ini
    hadir dari franchise yang memang besar atau
    memang sudah diantisipasi untuk waktu yang
    sangat lama, berteriak girang dengan mood
    positif yang kuat tentu saja menjadi reaksi
    yang normal. Ini seperti menemukan kembali
    air setelah masa paceklik dan kering yang
    sudah berlangsung dalam waktu yang lama.

    Namun bagi mereka yang awam, reaksi ini
    dilihat sebagai sesuatu yang berlebihan dan
    tidak masuk akal. Mencintai dan menanti
    kehadiran sebuah permainan digital dianggap
    absurd dibandingkan menantikan sesuatu yang
    lebih fisik.

    4. "Gua dulu pernah main Mario di Playstation"
    Bagi non-gamer, tidak ada platform yang
    berbeda, semua video game dilihat sebagai
    satu kesatuan yang sama. Bagi mereka,
    semua platform adalah Playstation saat ini
    dan platform yang lebih lawas adalah
    Nintendo, tidak ada yang lain. Oleh karena itu,
    tidak jarang jika Anda menemukan komentar
    aneh yang mungkin bertolak belakang dengan
    pengetahuan dan pengalaman yang selama
    ini kita kenal.

    "Gua dulu juga pernah main Mario di
    Playstation", menjadi salah satu contohnya.
    Tidak heran jika gamer mengembangkan
    kebiasaan untuk memberikan koreksi setiap kali
    seperti ini mengemuka di perbincangan
    ringan. Usaha untuk membeberkan
    pengetahuan bahwa video game memiliki
    berbagai platform berbeda dengan game
    eksklusif mereka masing-masing seringkali
    ditanggapi dingin. Respon yang seringkali
    Anda dapatkan? "Ah..sama aja.."

    3. "Itu kan cuman pedang digital, kok girang
    amat?"
    daya tarik utama. Daripada sekedar
    memberikan karakter yang memang sudah
    kuat sejak awal permainan, Anda diminta
    untuk mengembangkan karakter lewat sistem
    leveling up, memperkuat mereka seiring
    dengan lebih banyak pengalaman yang
    didapatkan dan quest yang diselesaikan.

    Oleh
    karena itu, tidak mengherankan jika
    keterikatan emosional dengan tiap karakter ini
    membuat banyak gamer yang akan
    menyambut dengan senang hati sebagai item
    digital yang dapat digunakan untuk
    memperkuat mereka.
    Semakin langka, semakin tinggi pula rasa puas
    dan senang yang dimunculkan. Bagi para
    orang awam, sikap seperti ini tentu saja dilihat
    sebagai sesuatu yang aneh, apalagi
    mengingat waktu dan tenaga yang harus
    dicurahkan untuk mendapatkannya.

    2. "Ngapain main game kalau malah jadi
    stress?"
    Pandangan umum bahwa video game hanya
    dibangun untuk menghasilkan kesenangan
    semata memang dipandang dangkal oleh para
    gamer. Mereka yang awam seolah tidak
    mengerti bahwa setiap game dibangun
    dengan daya tarik yang berbeda-beda,
    termasuk tingkat kesulitan yang ada. Tidak
    sedikit game yang alih-alih menawarkan
    kesenangan, justru menghadirkan tantangan
    super sulit yang akan membuat gamer
    manapun frustrasi dan menyerah di tengah
    jalan.
    Namun fakta bahwa kita merasa stress,
    frustrasi, dan marah karena tidak mampu
    menyelesaikan satu bagian game ternyata
    dipandang aneh oleh mereka yang awam.

    Terbatasnya pengalaman dan pengetahuan
    soal game melahirkan pemikiran yang satu ini.
    Cara terbaik? Ajak mereka "menikmati" Dark
    Souls untuk jangka waktu tertentu.

    1. "Ayo jalan, buruan! Save, terus matiin!"
    Berapa banyak dari Anda yang pernah
    mengalami kejadian ini, apalagi Anda yang
    sempat mencicipi game-game lawas di
    platform generasi sebelumnya? Sebagian non-
    gamer sangat mengerti bahwa Anda harus
    melakukan perintah SAVE untuk memastikan
    progress permainan Anda tercatat dan tidak
    hilang. Namun yang tidak pernah bisa mereka
    mengerti adalah fakta bahwa Anda
    membutuhkan SAVE POINT untuk
    melakukannya.

    Hasilnya? Ketika Anda terpentok jadwal yang
    dianggap penting, mereka yang non-gamer
    tidak akan segan untuk memaksa Anda untuk
    menghentikan permainan di kala jalan sembari
    melemparkan kata magis "Save dulu aja!".
    Ketika Anda berargumen bahwa Anda butuh
    mencari save point terlebih dahulu sebelum
    dapat melakukannya, Anda dicap sebagai
    pembohong dan hanya mengulur-ngulur
    waktu tanpa bisa memperhatikan prioritas.

    Kejadian yang sama juga ketika Anda
    memperlihatkan mood yang berantakan ketika
    utnuk alasan yang tidak jelas, save data Anda
    bermasalah atau hilang. Orang awam tidak
    akan pernah memahami betapa penting dan
    berharganya kata "SAVE" dan "SAVE DATA"
    untuk seorang gamer. Tidak ada hal dan
    jadwal yang lebih penting daripada sebuah
    SAVE POINT ketika tengah memainkan sebuah
    game.

    Sumber: www.facebook.com

    0 Responses to “7 kebisaan gamer yg dianggap aneh oleh orang awam”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin