May 19, 2013

0

6 Asuhan Ferguson yang meneruskan jejaknya

  • May 19, 2013
  • Share
  • Dalam waktu 26 tahun di
    Manchester United, Sir Alex
    Ferguson telah melatih 3-4
    generasi pemain. Beberapa
    pemain yang pernah dilatihnya ini
    ternyata mewarisi bakat Fergie
    dalam melatih. Mereka
    memanfaatkan betul pengalaman
    berharga dilatih oleh salah satu
    pelatih tersukses di dunia. Siapa
    saja?

    1. Gordon Strachan
    Strachan kini menjabat sebagai
    pelatih tim nasional Skotlandia. Kala
    masih bermain, ia pernah
    memperkuat United pada
    1984-1989. Ia menjadi pemain
    angkatan pertama kiprah Fergie
    di United. Kisah Strachan dengan
    Fergie bagaimanapun lebih dikenal
    sebagai rivalitas. Kiprah Strachan di
    United tidak mengesankan Fergie,
    sehingga Strachan lebih sering
    ditempatkan di bangku cadangan.
    Permusuhan ini tertuang dalam
    otobiografi Fergie tahun 1999.
    Fergie menggambarkan Strachan
    sebagai seseorang yang tidak
    dapat dipercaya, dan kemudian
    dibalas Strachan dengan reaksi
    bahwa ia terkejut sekaligus
    kecewa dengan penuturan sang
    mantan bos.

    Strachan kemudian menjadi pelatih
    Skotlandia dengan reputasi sukses.
    Sebelum melatih tim nasional, ia
    sempat sukses menangani
    Southampton dengan membawa
    The Saints ke final Piala FA musim
    2002/2003 sebelum dikalahkan
    Arsenal. Setelah itu, Strachan hijrah
    ke Glasgow Celtic untuk kemudian
    memberikan hattrick juara liga
    pada The Bhoys dalam kurun
    waktu 2006 hingga 2008,
    termasuk double winner tahun
    2007.

    2. Bryan Robson
    Robson memecahkan rekor
    transfer United kala Setan Merah
    memborongnya dengan mahar 1.5
    juta pound dari West Bromwich
    Albion tahun 1981. Robson adalah
    salah satu pemain United yang
    identik dengan nomor punggung 7,
    nomor yang identik dengan
    pemain-pemain legendaris Setan
    Merah. Robson kemudian menuai
    sukses sebagai pemegang jabatan
    kapten paling lama di United —
    sejak tahun 1983 hingga 1994.
    Sebagai manajer, Robson sempat
    menjadi bagian dari proyek
    ambisius klub Middlesbrough, klub
    pertamanya yang ia asuh.

    Bersama pemain-pemain berprofil
    tinggi seperti duo Brasil Juninho
    Paulista dan Branco, Robson
    sempat membawa Boro pada
    pencapaian dua final sekaligus
    dalam setahun, yaitu Piala FA dan
    Piala Liga tahun 1997.
    Setelah melatih lima musim di Boro,
    Robson melatih klub-klub kasta
    kedua Inggris seperti Bradford City,
    West Bromwich Albion, dan
    Sheffield United. Ia kemudian
    mencoba peruntungannya ke Asia
    Tenggara dengan melatih tim
    nasional Thailand. Ia gagal
    membawa tim Gajah Putih lolos ke
    Piala Asia 2011, dan gagal
    meloloskan Thailand dari penyisihan
    grup Piala AFF tahun 2010 di
    Indonesia. Kini, Robson menjabat
    sebagai duta klub Manchester
    United.

    3. Roy Keane
    Setelah era Robson dan Paul Ince
    merajai lini tengah United usai,
    Keane adalah pemain tak
    tersentuh di lini tengah United.
    Perannya sangat vital karena
    selain mampu menjadi gelandang
    jangkar yang kokoh, Keano juga
    sangat disegani rekan-rekannya di
    ruang ganti. Meski sering
    melakukan tindakan kontroversial,
    Keano tetap dianggap sebagai
    pemain tengah terbaik yang
    pernah dimiliki Fergie.

    Meski karirnya sebagai pemain
    sangat mengilap, kiprah Keane
    sebagai pelatih tidaklah demikian.
    Keano hanya sempat melatih dua
    klub, Sunderland dan Ipswich Town.
    Sempat menjanjikan di Sunderland
    dengan membawa The Black Cats
    promosi tahun 2007, Keano
    kemudian gagal mempertahankan
    penampilan bagus klubnya di
    Premier League, dan
    mengundurkan diri setahun
    kemudian.

    4. Steve Bruce
    Bersama pasangannya di lini
    belakang, Gary Pallister, Bruce
    membentuk pertahanan solid
    United yang oleh Gary Neville,
    mantan bek kanan United,
    dianggap sebagai pasangan bek
    tengah terbaik sepanjang sejarah
    Setan Merah. Total, ia bermain
    309 laga dan mencetak 36 gol
    untuk United. Ia juga memberi
    United banyak gelar juara dengan
    total sembilan trofi, termasuk gelar
    internasional pertama United di
    era Fergie, Piala Winners tahun
    1991.

    Bruce kemudian pensiun tahun
    1998 bersama klub Sheffield
    United, untuk kemudian mengawali
    karirnya sebagai pelatih di klub
    yang sama. Bruce kemudian
    melanglang buana di dunia
    kepelatihan Inggris dengan
    menukangi klub-klub medioker
    seperti Huddersfield, Wigan, Crystal
    Palace, Birmingham City dan
    Sunderland. Kini, Bruce melatih Hull
    City.

    5. Mark Hughes
    Mengawali karir sepak bola
    sebagai pemain akademi United,
    Hughes kemudian besar sebagai
    salah satu penyerang tertajam
    klub ini dengan total 120 gol. Ia
    sempat melanglang buana
    bersama Barcelona dan Bayern
    Muenchen sebelum ditarik kembai
    oleh Fergie pada tahun pertama
    kepelatihannya. Keputusan Fergie
    ternyata tepat karena Hughes
    melanjutkan ketajamannya,
    termasuk mencetak dua gol di
    final Piala Winners tahun 1991
    melawan eks klubnya, Barcelona.

    Setelah pensiun, Hughes kemudian
    melatih tim nasional Wales dari
    tahun 1999 hingga 2004. Prestasi
    Hughes di tim nasional Wales tidak
    buruk. Ia nyaris membawa Wales
    lolos ke Piala Eropa 2004, namun
    kalah di babak penyisihan melawan
    Rusia. Setelah itu, Hughes melatih
    klub-klub Premier League seperti
    Blackburn Rovers, Manchester City,
    Fulham dan Queens Park Rangers.
    Bersama klub-klub tersebut, rekor
    Hughes tidak terlalu istimewa.

    Melatih skuat bertabur bintang
    Manchester City, Hughes tidak
    mampu memberi gelar juara.

    6. Laurent Blanc
    Mantan bek tangguh Prancis yang
    membawa Les Blues pada gelar
    Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa
    2000 ini menghabiskan karir
    bermainnya bersama United.
    Fergie sebenarnya telah
    menginginkannya sejak tahun 1996
    saat ia masih membela Auxerre,
    namun saat itu Blanc memilih
    bergabung dengan Marseille.
    Blanc datang di usia senja 35
    tahun ke Old Trafford untuk
    menutupi kepergian Jaap Stam ke
    Lazio. Ia turut menyumbang gelar
    juara liga bagi United di musim
    2002/2003.

    Empat tahun setelah pensiun, Blanc
    mengawali karir kepelatihan di klub
    negaranya, Bordeaux. Blanc sukses
    membawa klub ini meraih posisi
    juara dua di musim perdananya,
    namun hal itu cukup memberinya
    gelar pelatih terbaik musim itu. Di
    musim keduanya bersama Les
    Girondins, Blanc memberi
    kesuksesan ganda dengan
    mengawinkan juara liga dan Piala
    Liga Prancis. Hal ini membawanya
    pada kursi pelatih nasional pasca
    Piala Dunia 2010.

    Blanc memutuskan untuk tidak
    memanggil 23 pemain dari Piala
    Dunia 2010 setelah perselisihan
    mereka dengan Raymond
    Domenech, pelatih sebelumnya. Ia
    melakukan ini sebagai hukuman
    kolektif bagi para pemain. Ia juga
    membuat kebijakan dengan hanya
    menyediakan makanan halal di tim
    nasional, yang memang banyak
    dihuni pemain muslim.

    Blanc membawa Prancis lolos ke
    Piala Eropa tahun 2012 dengan
    predikat juara grup kualifikasi. Ia
    kemudian membawa Prancis
    hingga babak perempat final
    sebelum disingkirkan tim juara,
    Spanyol. Setelah turnamen ini,
    Blanc kemudian mengundurkan diri.

    0 Responses to “6 Asuhan Ferguson yang meneruskan jejaknya”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin