May 11, 2013

0

5 Lagu ini kerap digunakan sebagai penyiksa tahanan

  • May 11, 2013
  • Share
  • Sudah jamak dikenal bahwa seorang
    interogator kerap menggunakan berbagai
    cara untuk menguak informasi dari si
    tersangka. Mulai dari pendekatan psikologis
    secara halus, pengatasnamaan keluarga
    tersangka, hingga kekerasan.
    Namun siapa sangka para interogator punya
    jurus jitu lainnya apabila cara-cara
    sebelumnya tidak berhasil. Cara tersebut
    dengan memperdengarkan lagu. Metode
    tersebut memanfaatkan kelemahan organ
    telinga manusia yang hampir tak terlindungi.

    Beberapa lagu dipercaya dapat
    mempengaruhi tekanan mental si
    pendengar. Apalagi jika diperdengarkan
    secara berulang-ulang dengan volume
    maksimal. Selain untuk keperluan interogasi,
    lagu-lagu ini juga digunakan sebagai
    bentuk penyiksaan yang tidak manusiawi
    terhadap para tahanan.

    Mungkin Anda telah familiar dengan
    beberapa lagu ini. Jika didengarkan dengan
    batas 'wajar', beberapa lagu berikut ini bakal
    terdengar enak dan menyenangkan. Namun
    faktanya beberapa penjara kelas wahid tak
    pernah ketinggalan menggunakan metode
    ini. Penasaran?

    1. ACDC dan Metallica

    Lagu Heavy Metal tentu menjadi favorit
    para interogator. Penjara sekelas
    Guantanamo Bay tak pernah ketinggalan
    menggunakan lagu ini. Bukan untuk
    bersenang-senang tentunya. Lagu ini akan
    diputarkan kepada tahanan dengan volume
    yang sangat kencang dan diputar berulang
    kali. Metode tersebut terbukti ampuh
    membuat mental tersangka terganggu.
    Untuk ACDC lagu yang paling sering
    digunakan adalah Hells Bells. Sedangkan
    lagu Enter Sandman milik Metallica juga
    menjadi langganan metode ini.

    2. Nancy Sinatra - These Boots Were Made
    For Walking

    Sebenarnya lagu ini begitu enak
    didengarkan. Namun lain cerita bagi para
    tersangka yang menjadi 'korban' kekuatan
    tersembunyi lagu tersebut.
    Kali ini pengakuan terkuak oleh sang korban
    itu sendiri. Ia adalah David Koresh, seorang
    pemimpin sekte sesat yang pernah mengaku
    nabi. Dia adalah orang yang pertama kali
    disiksa dengan lagu berjudul These Boots
    Were Made For Walking.
    Ia dimasukkan dalam sebuah ruangan
    sempit dengan speaker yang sangat besar.
    Ketika lagu tersebut dimainkan, para
    petugas interogator memakai penutup
    telinga. Efektif, karena akhirnya Koresh
    menyerah karena sudah tidak tahan
    mendengarkan lagu tersebut.

    3. Sesame Street Theme Song
    Image
    Yang satu ini jelas cukup mengherankan.
    Bagaimana bisa lagu untuk anak-anak
    menjadi senjata pembongkaran kejahatan?
    Namun setelah tau cara kerjanya mungkin
    lagu ini tak akan jadi lagu yang enak lagi
    untuk di dengar.
    Agen pemerintahan Amerika Serikat
    menjelaskan bahwa tahanan Guantanamo
    Bay dan Abu Ghraib disiksa dengan lagu ini.
    Ia mengatakan bahwa para tahanan diikat
    di sebuah kursi dengan headphone yang
    terpasang. Kemudian mereka ditinggalkan
    dalam waktu yang lama bahkan hingga
    berhari-hari dengan lagu bervolume
    kencang di kuping mereka.

    4. Christina Aguilera - Dirrty

    Kali ini pengakuan dari salah satu tersangka
    yang jadi korban penyiksaan interogator
    lewat lagu ini. Dia adalah Mohammed Al
    Qahtani, salah satu tersangka pelaku
    pembajakan pesawat yang menabrak
    gedung WTC. Selama di Guantanamo Bay,
    ia selalu bangun dari tidurnya dengan dua
    cara yang buruk. Yang pertama adalah
    dengan siraman air di kepalanya dan yang
    kedua adalah diputarkan lagu Christina
    Aguilera ini dengan volume yang super
    kencang.
    Lagu ini terkenal dengan liriknya yang
    banyak mengeksploitasi hal intim.
    Penyiksaan ini seringkali dicampurkan
    dengan metode lain seperti menari tanpa
    memakai baju, mengencingi diri sendiri,
    penghancuran moral dan masih banyak
    metode lainnya. Tindakan tidak manusiawi
    ini menuai kontroversi dan para interogator
    tersebut diprotes oleh pengacara dari Al
    Qahtani.

    5. Deicide - F**k Your **d

    Yang terakhir ini benar-benar menjadi
    andalan ketidakmanusiawian para
    interogator dalam menyiksa tersangkanya.
    Lagu beraliran death metal ini benar-benar
    bisa membunuh dari segi musik maupun lirik.

    Lirik explicit anti-religi ini mampu
    mengganggu mental siapa saja yang
    mendengarkan lagu tersebut setiap waktu
    dengan kondisi kurang tidur dalam ruangan
    sempit dengan volume sekeras-kerasnya.

    Yang lebih buruk, drummer band Deicide
    yang bernama Steve Asheim tersebut
    menyatakan bangga jika lagunya
    digunakan menjadi salah satu lagu
    penyiksaan bagi para tahanan. Lagu ini
    sendiri banyak digunakan oleh tentara
    Amerika untuk menyiksa para tahanan
    religius di Iraq.

    0 Responses to “5 Lagu ini kerap digunakan sebagai penyiksa tahanan”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin