May 11, 2013

0

10 Monster dalam air minum kita

  • May 11, 2013
  • Share
  • Semua jenis air sebenarnya mengandung
    bakteri dan protozoa. Demikian pula pada
    air minum yang kita konsumsi sehari-hari.
    Tidak berbahaya jika jumlahnya masih di
    bawah ambang batas normal.
    Berikut adalah 10 mikroorganisme yang
    dapat hidup di air minum Anda sekarang.

    1. Salmonella Enterica
    Salmonella adalah suatu genus bakteri yang
    merupakan penyebab utama penyakit
    bawaan makanan di seluruh dunia. Bakteri
    umumnya ditularkan ke manusia melalui
    konsumsi makanan yang terkontaminasi
    yang berasal dari hewan, terutama daging,
    unggas, telur dan susu.

    2. Chaetomium sp
    Chaetomium sp. spora tidak terlalu
    berbahaya, meskipun dalam beberapa kasus
    mereka dapat menyebabkan infeksi yang
    dikenal sebagai phaeohyphomycosis. Mereka
    juga dapat menimbulkan bahaya bagi
    orang yang alergi terhadap spora, dan
    bahkan yang biasanya hanya terjadi
    dengan paparan kronis.

    3. Legionella Pneumophila
    Legionella pneumophila termasuk bakteri
    Gram negatif, berbentuk batang, tidak
    meragi D-glukosa, tidak mereduksi nitrat
    menjadi nitrit. Koloni bakteri ini hidup subur
    menempel di pipa-pipa karet dan plastik
    yang berlumut dan tahan kaporit dengan
    konsentrasi klorin 26 mg/l.
    Legionella dapat hidup pada suhu antara
    5,7°C – 63°C dan hidup subur pada suhu
    30°C – 45°C.

    4. Naegleria fowleri
    Naegleria fowleri dikenal dengan
    karakteristik yang disebut amebaflagellata,
    yaitu memiliki bentuk ameboiddan flagellata
    dalam hidupnya. Siklus hidupnya terdiri atas
    stadium trophozoit (ameboid dan flagellata)
    yang motile dan bentuk kista yang non-
    motile dan resisten. Trophozoit bentuk
    ameboid adalah bentuk satu-satunya yang
    dijumpai pada manusia.

    5. Rhizopus stolonifer
    Rhizopus stolonifer merupakan salah satu
    dari jenis jamur Zygomycotina. Jenis jamur
    ini memiliki hifa pendek bercabang-cabang
    dan berfungsi sebagai akar (rizoid) untuk
    melekatkan diri serta menyerap zat-zat
    yang diperlukan dari substrat.
    Selain itu, terdapat pula sporangiofor (hifa
    yang mencuat ke udara dan mengandung
    banyak inti sel, di bagian ujungnya
    terbentuk sporangium (sebagai penghasil
    spora), serta terdapat stolon (hifa yang
    berdiameter lebih besar daripada rizoid dan
    sporangiofor)

    6. E. Coli
    Escherichia coli adalah salah satu jenis
    bakteri yang secara normal hidup dalam
    saluran pencernaan baik manusia maupun
    hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil
    dari nama seorang bakteriologis yang
    berasal dari Germani yaitu THEODOR VON
    ESCHERICH.
    Theodor V.E berhasil melakukan isolasi
    bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. Ia
    juga berhasil membuktikan bahwa diare dan
    gastroenteritis yang terjadi pada infant,
    disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.

    7. Copepods
    Copepoda adalah grup crustacea kecil
    yang dapat ditemui di laut dan hampir di
    semua habitat air tawar dan mereka
    membentuk sumber terbesar protein di
    samudra. Banyak spesies adalah plankton,
    tetapi banyak juga spesies benthos dan
    beberapa spesies kontinental dapat hidup di
    habitat limno-terestrial dan lainnya di
    tempat terestrial basah, seperti rawa-rawa.

    8. Rotifers
    Rotifers adalah hewan mikroskopis dari divisi
    Rotifera. Rotifers dapat ditemukan di
    berbagai lingkungan dan air tawar. Rotifers
    juga sering ditemui pada mosses dan lichens
    yang tumbuh pada batang pohon dan batu.

    Ciri lainnya:
    • Merupakan binatang kosmopolitan.
    • Banyak terdapat di air tawar
    • Dikenal sebagai wheel animacules
    (binatang beroda).
    • Ukuran 40 mikrometer – 2.5 mm, rata-
    rata 200 mikrometer.
    • Hidup soliter, berkoloni, dan sesil.
    • Tubuh transparan, warna disebabkan
    warna saluran pencernaan (hijau, merah,
    dan coklat).

    9. Anabaena sp
    Anabaena adalah genus cyanobakteria
    filamentous atau ganggang hijau-
    biru,ditemukan sebagai plankton. Anabaena
    diketahui berperan dalam menfiksasi
    nitrogen, dan Anabaena membentuk
    hubungan simbiosis dengan tanaman
    tertentu seperti pakupakuan.
    Terdapat satu dari 4 genera dari
    cyanobacteria yang menghasilkan
    neurotoxin,yang membahayakan
    margasatwa lokal seperti halnya hewan
    ternak dan hewan peliharaan. Spesies
    tertentu dari Anabaena telah digunakan
    dalam penanaman padi sawah, serta
    sebagai penyedia pupuk alami yang efektif.

    10. Cryptosporidium
    Cryptosporidium adalah protozoa patogen
    dari divisi Apicomplexa dan menyebabkan
    penyakit diare yang disebut
    cryptosporidiosis. Jenis Apicomplexan
    patogen lainnya yaitu parasit Plasmodium
    (malaria) dan Toxoplasma (toksoplasmosis).

    Vektor ini mampu menyelesaikan siklus
    hidupnya dalam satu host, sehingga
    kistanya dikeluarkan bersamaan dengan
    kotoran dan mampu menular ke host baru.

    0 Responses to “10 Monster dalam air minum kita”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin