April 19, 2013

1

Mitos makhluk jadi-jadian di Bali “LEAK”

  • April 19, 2013
  • Share
  • Leak, Mitos Makhluk jadi-jadian di Bali. Leak yang selalu diidentikkan dengan makhluk kepala berwajah
    seram dan gigi bertaring serta
    berbalut kain kotak-kotak hitam putih
    ternyata bukan sekadar cerita rakyat
    Bali semata.

    Ternyata Leak merupakan ajaran
    sastra suci Bali yang bila diucapkan
    dengan daya cipta, akan mengubah
    seseorang menjadi apapun yang ada
    dalam pikirannya tersebut.
    “Leak itu real. Tapi bukan hanya
    berbentuk seram yang selama ini
    dipersepsikan orang banyak, Leak itu
    ajaran spiritual yang bisa berubah
    bentuk menjadi apa saja. Jadi jangan
    heran kalau lihat motor jalan sendiri
    di Bali,” ujar Budayawan Bali, I Gede
    Ngurah Harta, seperti dilansir dari
    laman Merdeka.

    Ngurah mengatakan, siapapun bisa
    mempelajari aliran mistis yang
    mampu mengubah bentuk tersebut.
    Tidak ada batasan usia atau gender
    tertentu yang diwajibkan.
    “Tidak ada persyaratan yang
    diharuskan untuk menjadi Leak, asal
    tekun dan serius mempelajari sastra
    suci Bali dan diucapkan dengan daya
    cipta yang kuat akan terwujud,” kata
    Ngurah.

    Menurut Ngurah, Leak bukan hanya
    ditemukan di daerah Sanur saja
    melainkan tersebar di hampir seluruh
    kawasan di Bali. Namun derasnya
    arus budaya luar, membuat aliran
    spiritual Leak itu merangsek ke
    pedalaman di Bali saja, seperti Sanur.
    Leak bukan makhluk yang dijadikan
    untuk pesugihan, tapi pilihan bagi
    orang-orang yang pecandu sastra
    kuno Bali yang suci. Karena tidak
    menghasilkan apa-apa, aliran mistis
    tersebut mulai ditinggalkan.
    Dalam aksara Bali tidak ada yang
    disebut Leak, tapi ‘liya, ak’ yang artinya
    lima aksara (memasukkan dan
    mengeluarkan kekuatan aksara dalam
    tubuh melalui tata cara tertentu).
    Lima aksara tersebut adalah Si adalah
    mencerminkan Tuhan, Wa adalah
    anugerah, Ya adalah jiwa, Na adalah
    kekuatan yang menutupi kecerdasan
    dan Ma adalah egoisme yang
    membelenggu jiwa. Kekuatan aksara
    ini disebut lima api.

    Manusia mempelajari kerohanian
    apapun, pasti akan mengeluarkan
    cahaya (aura) saat mencapai
    puncaknya. Cahaya tersebut keluar
    melalui lima indra tubuh yaitu telinga,
    mata, mulut, ubun-ubun dan
    kemaluan namun umumnya cahaya
    itu keluar melalui mata dan mulut.
    Doa Leak sebagai berikut, Ong gni
    brahma anglebur panca maha bhuta,
    anglukat sarining merta. mulihakene
    kite ring betara guru, tumitis kita dadi
    manusia mahotama. ong rang sah,
    wrete namah.
    Ada tujuh tingkatan rohani Leak :
    Tingkatan Leak paling tinggi menjadi
    bade (menara pengusung jenazah), di
    bawahnya menjadi garuda, dan lebih
    bawah lagi binatang-binatang lain,
    seperti monyet, anjing, ayam putih,
    kambing, babi betina dan lain-lain.
    Selain itu juga dikenal nama I Pudak
    Setegal (yang terkenal cantik dan bau
    harumnya), I Garuda Bulu Emas, I
    Jaka Punggul dan I Pitik Bengil (anak
    ayam yang dalam keadaan basah
    kuyup).
    Perlu diketahui, pada zaman Raja
    Udayana yang berkuasa di Bali pada
    abad ke 16, saat sastrawan I Gede
    Basur masih hidup yaitu pernah
    menulis buku lontar Pengeleakan dua
    buah yaitu ‘Lontar Durga Bhairawi’
    dan ‘Lontar Ratuning Kawisesan’.

    1 Responses to “Mitos makhluk jadi-jadian di Bali “LEAK””

    Viann Zhang said...
    Friday, April 19, 2013 at 12:11:00 PM GMT+7

    Serem ngebayangiinya, Makhluk yang berwujud kepala saja, bertaring dan berambut panjang....


    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin