loading...

Kartini dan emansipasi dalam benak buruh migran Indonesia

[www.ravictory.blogspot.com] ~ Hari Kartini selalu identik dengan
emansipasi, feminisme, dan
pergerakan wanita. Meski begitu,
tentunya setiap orang bebas untuk
memaknai Hari Kartini sesuai
dengan pemahamannya. Lantas,
seperti apakah sosok Kartini dan
emansipasi wanita di mata seorang
buruh migran Indonesia di Hong
Kong?

Yuli Riswati, atau dikenal juga
dengan nama pena Arista Devi
angkat bicara mengenai
pandangannya terhadap RA Kartini.
Menurut wanita yang tengah aktif
sebagai anggota FLP HKP ini, Raden
Adjeng Kartini merupakan salah satu
perempuan Indonesia yang
beruntung karena telah dikenal dan
dinobatkan menjadi pahlawan.

Yuli percaya bahwa pada zamannya
atau bahkan sebelum Kartini lahir,
ada banyak wanita Indonesia yang
juga berpikiran maju dan bersedia
memperjuangkan hak wanita.
Namun sayangnya wanita-wanita itu
tak sampai dikenal atau memberikan
pengaruh yang luas seperti Kartini.

Terlahir sebagai anak bangsawan
memang membuat Kartini bisa
mengenyam pendidikan dan bahasa
Belanda. Terbukti, bahasa Belanda
menjadi salah satu modal penting
baginya untuk menyuarakan
pendapat mengenai keadaan wanita
Indonesia ke luar negeri. Tulisan-
tulisan dan suratnya yang berbahasa
Belanda banyak dimuat di majalah
atau surat kabar negeri kincir angin
tersebut.

Lantas mengenai emansipasi, Yuli
mengungkapkan kebanggaan
sekaligus rasa miris yang
dirasakannya. Menurutnya, saat ini
emansipasi sering disalahartikan
oleh wanita.

"Emansipasi memang persamaan hak
antara perempuan dan laki-laki. Tapi
perempuan tetap harus ingat kodrat
dan kewajibannya sebagai seorang
perempuan," ungkap Yuli yang saat
ini juga menjabat sebagai Ketua grup
CENDOL, salah satu sekolah menulis
online, wilayah Hong Kong pada
merdeka.com (20/04).

Wanita diciptakan berbeda dari pria
dan tentunya memiliki kodrat dan
bagiannya sendiri. Wanita memang
berhak melakukan segala hal yang
diinginkannya, sama seperti pria,
namun mereka tak boleh melupakan
kodrat dan dan tugas mereka sebagai
seorang istri ataupun ibu.

0 Response to "Kartini dan emansipasi dalam benak buruh migran Indonesia"

Post a Comment

This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

Cheers,

Admin