April 24, 2013

0

Apa itu pembelajaran berorientasi

  • April 24, 2013
  • Share
  • [www.ravictory.blogspot.com] ~ Teori Konstruktivisme didefinisikan
    sebagai pembelajaran yang bersifat
    generatif, yaitu tindakan mencipta
    sesuatu makna dari apa yang
    dipelajari. Konstruktivisme
    sebenarnya bukan merupakan
    gagasan yang baru, apa yang dilalui
    dalam kehidupan kita selama ini.
    Seperti, himpunan dan pembinaan
    pengalaman demi pengalaman. Hal
    ini menyebabkan seseorang
    mempunyai pengetahuan dan
    menjadi lebih dinamis. Pendekatan
    konstruktivisme mempunyai
    beberapa konsep umum seperti:

    1. Pelajar aktif membina
    pengetahuan berasaskan
    pengalaman yang sudah ada.
    2. Dalam konteks pembelajaran,
    pelajar seharusnya membina sendiri
    pengetahuan mereka.
    3. Pentingnya membina pengetahuan
    secara aktif oleh pelajar sendiri
    melalui proses saling memengaruhi
    antara pembelajaran terdahulu
    dengan pembelajaran terbaru.
    4. Unsur terpenting dalam teori ini
    ialah seseorang membina
    pengetahuan dirinya secara aktif
    dengan cara membandingkan
    informasi baru dengan
    pemahamannya yang sudah ada.
    5. Ketidakseimbangan merupakan
    faktor motivasi pembelajaran yang
    utama.
    Faktor ini berlaku apabila seorang
    pelajar menyadari gagasan-
    gagasannya tidak konsisten atau
    sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
    6. Bahan pengajaran yang
    disediakan perlu mempunyai
    perkaitan dengan pengalaman
    pelajar untuk menarik minat pelajar.
    Teori konstruktivisme didasari oleh
    ide-ide Piaget, Bruner, Vygotsky dan
    lain-lain. Piaget berpendapat bahwa
    pada dasarnya setiap individu sejak
    kecil sudah memiliki kemampuan
    untuk mengkonstruksi
    pengetahuannya sendiri.

    Pengetahuan yang dikonstruksi oleh
    anak sebagai subjek, maka akan
    menjadi pengetahuan yang
    bermakna, sedangkan pengetahuan
    yang hanya diperoleh melalui proses
    pemberitahuan tidak akan menjadi
    pengetahuan yang bermakna,
    pengetahuan tersebut hanya untuk
    diingat sementara setelah itu
    dilupakan.

    Yang terpenting dalam teori
    konstruktivisme adalah bahwa
    dalam proses pembelajaran siswalah
    yang harus mendapatkan
    penekanan. Siswa tidak lagi
    diposisikan bagaikan bejana kosong
    yang siap diisi. Dengan sikap pasrah
    siswa disiapkan untuk dijejali
    informasi oleh gurunya. Atau siswa
    dikondisikan sedemikian rupa untuk
    menerima pengatahuan dari
    gurunya. Merekalah yang harus aktif
    mengembangkan pengetahuan
    mereka, bukannya guru atau orang
    lain. Mereka yang harus bertanggung
    jawab terhadap hasil belajarnya.
    Penekanan belajar siswa secara aktif
    ini perlu dikembangkan. Kreativitas
    dan keaktifan siswa akan membantu
    mereka untuk berdiri sendiri dalam
    kehidupan kognitif siswa (Suparno,
    1997 : 81).

    Siswa kini diposisikan sebagai mitra
    belajar guru. Guru bukan satu-
    satunya pusat informasi dan yang
    paling tahu. Guru hanya salah satu
    sumber belajar atau sumber
    informasi. Sedangkan sumber belajar
    yang lain bisa teman sebaya,
    perpustakaan, alam, laboratorium,
    televisi, koran dan internet. Seorang
    guru tidak mengajarkan kepada
    anak bagaimana menyelesaikan
    persoalan, namun
    mempresesentasikan masalah dan
    mendorong siswa untuk menemukan
    cara mereka sendiri dalam
    menyelesaikan permasalahan. Hal
    ini berarti siswa mengkonstruksi
    pengetahuannya melalui interaksi
    dengan objek, fenomena,
    pengalaman dan lingkungan mereka.
    Implementasi teori konsruktivisme
    dalampembelajaran, secara umum
    menurut Horsley (Yamin, 2008:93)
    meliputi empat tahap. Pertama,
    apersepsi, ini berguna untuk
    mengungkapkan konsepsi awal siswa
    danmembangkitkanmotivasi belajar.
    Kedua, tahap eksplorasi. Ketiga, tahap
    diskusi dan penjelasan konsep, dan
    terakhir, tahap pengembangan dan
    aplikasi konsep.

    Pelaksanaan pembelajaran
    berorientasi konstruktivistik
    menuntut guru berperan sebagai
    fasilitator belajar. Tugas dari
    fasilitator belajar adalah
    menyediakan sarana dan prasarana
    yang merangsang siswa
    mengkomunikasikan ide-ide ilmiah
    mereka, menyediakan pengalaman
    dan kesempatan yang mendukung
    siswa belajar aktif serta memonitor
    dan mengevaluasi hipotesis dan
    kesimpulan yang mereka peroleh.
    Peranan guru sebagai fasilitator
    belajar diharapkan dapat
    meningkatkan motivasi dan minat
    belajar siswa.

    0 Responses to “Apa itu pembelajaran berorientasi”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin