-->

Jokowi Soal Ganjil Genap: Insya Allah Juni Sudah Siap

Penerapan sistem nopol ganjil dan genap untuk mengurai macet butuh proses kalkulasi yang panjang. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berharap sistem itu bisa diterapkan bulan Juni mendatang.

"Perkiraan saya, insya Allah sudah siap karena kayak stiker yang perlu lelang, alat-alat pemantau yang lain, kesiapan personel, di sisi yang lain juga mungkin Polda sendiri perlu persiapan, semuanya kan perlu persiapan," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2013).

Jokowi mengatakan diperlukan koordinasi dengan jajaran Polda Metro Jaya. "Kesiapan di polda, kesiapan di kita, semuanya harus dikalkulasi tapi emang kalau kalkulasi selesai, kalau kita nggak melakukan sesuatu ya pada suatu titik bisa deadlock betul nanti, macet dan macet, kekunci betul," ujar Jokowi yang mengenakan seragam Linmas dan jaket coklat itu.

Ia juga tidak memasang target penerapan sistem itu. Bagi Jokowi, yang terpenting sistem tersebut dipertimbangkan secara detail. Sistem itu diberlakukan di kawasan jalur 3 in 1, Gatot Subroto, dan Rasuna Said.

"Sehingga waktu kebijakan itu keluar, semuanya udah pada posisi menerima, masyarakat udah jelas, ada kesiapan dari masyarakat, sosialisasi udah dari jauh sebelumnya," kata Jokowi.

Menurut dia, tidak ada kendala dalam pembuatan stiker ganjil genap.

"Nggak ada, contohnya tadi udah ditunjukin ke saya, tapi kan itu nanti tetap dikomunikasikan dulu dengan polda, masalah aturan, dan lain-lain," kata dia.

Penundaan Juni ini apa berarti nunggu hibah seribu bus ke Kopaja/Metro Mini terealisasi dulu? "Ya karena kesiapan kan kalkulasi tadi saya tanya, kalkulasi bus yang dibutuhkan berapa untuk mem-back up kebijakan itu, mesti ada kalkulasinya, kalau nggak ada nanti begitu kebijakan dimulai, bisnya kurang, waduh bunyinya ke saya semua nanti," jawab Jokowi.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter