May 13, 2013

0

Sejarah tarian Ketuk Tilu

  • May 13, 2013
  • Share
  • Ketuk Tilu adalah suatu tarian
    pergaulan cikal bakal Jaipongan
    yang berasal dari Jawa Barat
    dan sekaligus hiburan yang
    biasanya diselenggarakan pada
    acara pesta perkawinan, acara
    hiburan penutup kegiatan atau
    diselenggrakan secara khusus di
    suatu tempat yang cukup luas [1].

    Istilah ketuk tilu diambil dari alat
    musik pengiringnya, yaitu 3 buah
    ketuk (bonang) yang memberi
    pola irama rebab, kendang
    (gendang) indung (besar) dan
    kulanter (kecil) untuk mengatur
    dinamika tari/kendang yang
    diiringi kecrek dan goong.
    Dahulu, ketuk tilu adalah upacara
    menyambut panen padi sebagai
    rasa terima kasih kepada Dewi
    Sri. Upacara ini dilakukan pada
    waktu malam hari, dengan
    mengarak seorang gadis diiringi
    bunyi-bunyian yang berhenti di
    tempat luas. Sekarang, ketuk tilu
    menjadi tarian pergaulan dan
    hiburan, biasanya
    diselenggarakan pada pesta
    perkawinan, hiburan penutup
    suatu kegiatan, atau digelar pada
    acara-acara khusus. Di desa-desa
    tertentu, pertunjukan tari ketuk
    tilu sering dilakukan semalaman
    suntuk.

    Kostum yang dipakai penari
    wanita ketuk tilu adalah kebaya,
    sinjang (celana panjang) sabuk,
    dan beragam aksesoris, seperti
    gelang dan kalung. Sedangkan
    untuk penari pria, mengenakan
    baju kampret warna gelap,
    celana pangsi, ikat kepala, dan
    sabuk kulit.

    0 Responses to “Sejarah tarian Ketuk Tilu”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin