May 25, 2013

0

Sejarah alat musik biola

  • May 25, 2013
  • Share
  • Hai sobat ravictoryblogspotcom,.. skr aku mo ksh tau
    sejarahnya biola.. dah pada tau biola, tp blm
    tau sejarahnya.. :L ini aku ksh tau.. (yah
    berhubungan bisa main biola, jd post ttg
    biola :) )
    Biola adalah sebuah alat musik dawai yang
    dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki
    empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda
    satu sama lain dengan interval sempurna
    kelima. Nada yang paling rendah adalah G. Di
    antara keluarga biola, yaitu dengan viola, cello
    dan double bass atau kontra bass, biola
    memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai
    yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke
    dalam keluarga viol. Kertas musik untuk biola
    hampir selalu menggunakan atau ditulis pada
    kunci G.

    Sebuah nama yang lazim dipakai untuk biola
    ialah fiddle, dan biola seringkali disebut fiddle
    jika digunakan untuk memainkan lagu-lagu
    tradisional
    Di dalam bahasa Indonesia, orang yang
    memainkan biola disebut pemain biola (pebiola),
    atau violinis (bahasa Inggris: Violinist - bedakan
    dengan violis atau pemain viola). Orang yang
    membuat atau membetulkan alat musik
    berdawai disebut luthier.

    Alat musik dawai yang mula-mula biasanya
    dimainkan dengan cara dipetik (misalnya
    harpa tangan Yunani). Alat musik gesek
    diperkirakan berasal dari budaya penunggang
    kuda di kawasan Asia tengah, contohnya alat
    musik bangsa Mongolia Morin huur. Alat musik
    gesek berdawai dua bangsa Turkik dan
    Mongolia dawainya dari surai kuda, dimainkan
    dengan busur surai kuda, dan memiliki ukiran
    kepala kuda di bagian kepalanya. Biola, viola,
    dan cello yang busurnya masih dibuat dari
    surai kuda, adalah peninggalan bangsa
    nomaden tersebut.

    Dipercayai bahwa alat musik mula-mula
    tersebut dibawa ke Asia Timur, India, Bizantium
    dan Timur Tengah; di tempat-tempat tersebut
    mereka menyesuaikan dengan lingkungannya
    dan berkembang menjadi alat musik erhu,
    esra, harpa tangan Bizantium, dan rebab. Biola
    dalam bentuk modern bermula dari Italia Utara
    pada awal abad ke-16, terutama di kota
    pelabuhan Venice dan Genoa yang
    berhubungan langsung ke Asia Tengah lewat
    jalur sutera.

    Biola Eropa modern dipengaruhi oleh berbagai
    alat musik, terutama dari Timur Tengah dan
    Bizantium. Tiga jenis alat musik mula-mula
    yang biasanya disebut sebagai cikal-bakal biola
    adalah rebec (yang diturunkan dari harpa
    tangan Bizantiumdan rebab), vielle (biola abad
    Renaisans), dan lira da braccio[6] (yang juga
    diturunkan dari harpa tangan Bizantium).

    Salah satu deskripsi terawal tentang biola,
    termasuk cara penyetelannya, ada di dalam
    Epitome musical karya Jambe de Fer, yang
    diterbitkan di Lyon pada 1556. Perlahan-lahan
    biola mulai menyebar ke seluruh Eropa.
    Biola tertua yang pernah dicatat yang
    memiliki empat senar seperti biola modern
    dibuat oleh Andrea Amati pada tahun 1555,
    walaupun tahun tepatnya diragukan. (Biola
    yang lebih awal hanya memiliki tiga senar,
    disebut violetta.) Biola seketika menjadi populer,
    baik di antara para pemusik jalanan maupun
    para bangsawan, terbukti bahwa raja Perancis
    Charles IX menyuruh Amati untuk membuat
    24 biola untuknya pada tahun 1560. Biola
    tertua yang masih ada saat ini adalah salah
    satu dari ke-24 biola ini, dan diberi nama
    "Charles IX", dibuat di Cremona c. 1560. Biola
    zaman Renaisans yang paling bagus dengan
    ukiran dan hiasan adalah Gasparo da Salò
    (1574 c.) yang pertama-tama dimiliki oleh
    Ferdinand II, Adipati Agung Austria, dan
    selanjutnya, sejak 1841, oleh virtuoso Norwegia
    Ole Bull, yang menggunakannya selama
    empat puluh tahun dan ribuan konser.

    Saat ini
    biola tersebut berada di Vestlandske
    Kustindustrimuseum di Bergen, Norwegia. "The
    Messiah" atau "Le Messie" (juga dikenal sebagai
    "Salabue") yang dibuat oleh Antonio Stradivari
    pada 1716 belum pernah sekalipun dipakai.
    Biola tersebut berada di Museum Ashmolean di
    Oxford.

    Terjadiperubahan yang cukup besar pada
    pembuatan biola pada abad ke-18, terutama
    dalam hal panjang dan sudut leher biola.
    Mayoritas alat musik yang lama telah
    diperbarui sesuai standar yan baru ini, dan
    maka dari itu jelas berbeda dari keadaan alat
    musik tersebut ketika diselesaikan oleh seniman
    pembuat biola, termasuk perbedaan dalam hal
    suara dan respons. Namun alat-alat musik ini
    dengan kondisi mereka pada saat ini menjadi
    standar kesempurnaan pada seni pembuatan
    biola dan suara biola, dan pembuat biola di
    seluruh dunia berusaha untuk mendekati ideal
    tersebut sedapat mungkin.

    Hingga hari ini, alat musik dari "Jaman
    Keemasan" pembuatan biola, terutama yang
    dibuat oleh Stradivari dan Guarneri del Gesù,
    adalah alat-alat musik yang paling diburu oleh
    kolektor dan pemain biola. Rekor harga biola
    saat ini untuk biola Stradivari adalah AS
    $3.544.000 dalam sebuah lelang pada 16 Mei
    2006. Semua biola Stradivarius memiliki nama
    unik; biola termahal Stradivari bernama
    "Hammer" ("Palu") yang dibuat pada tahun
    1707.

    0 Responses to “Sejarah alat musik biola”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin