May 9, 2013

0

Ini mitos salah seputar HIV/AIDS

  • May 9, 2013
  • Share
  • HIV/AIDS
    pertama kali terdeteksi di Indonesia pada
    tahun 1987. Hingga kini masih banyak
    masyarakat yang belum mengetahui tentang
    virus tersebut.
    Tim Advokasi dari Komisi Penanggulan AIDS
    DKI Jakarta Susi Suzana mengatakan masih
    banyak pemahamanan yang salah tentang
    HIV/AIDS di masyarakat. Dia mencontohkan
    masyarakat menganggap bahwa HIV/AIDS
    bisa tertular melalui berpelukan, berciuman,
    tinggal dalam satu rumah, berbagi alat
    makan, tusuk gigi, WC, dan gigitan nyamuk.

    "Ini yang menjadikan adanya diskriminasi pada
    penderita HIV/AIDS. Orang jadi takut
    berdekatan sama mereka. Padahal orang
    dengan HIV/AIDS harus kita rangkul karena
    dia sudah menderita," kata Susi dalam diskusi
    di Jakarta Pusat, Selasa (7/5).
    Susi menjelaskan, HIV hidup di sperma, cairan
    vagina, darah, dan ASI. Karena itu,
    penularannya pun hanya bisa melalui
    hubungan seks, penggunaan jarum suntik
    secara bersamaan, transfusi darah, dan
    melalui ASI.

    Gigitan nyamuk, ujar Susi, juga tidak bisa
    menularkan virus mematikan tersebut. Sebab,
    HIV hanya bisa hidup di tubuh manusia. Virus
    itu akan langsung mati dalam hitungan detik
    apabila keluar dari tubuh manusia.
    Susi juga mengimbau agar masyarakat
    berhati-hati dalam menggunakan peralatan
    tajam secara bersama-sama, seperti pisau
    cukur, pisau meni-pedi, jarum tato, dan jarum
    tindik. "Kalau cukur jenggot di tempat umum
    minta silet yang baru," imbaunya.
    Susi juga meminta agar masyarakat tidak
    melakukan diskriminasi pada penderita HIV/
    AIDS. Masyarakat, kata dia, tidak perlu takut
    untuk hidup berdampingan dengan penderita
    HIV/AIDS. "Mereka juga punya hak untuk
    hidup. Pengucilan terjadi karena masyarakat
    tidak mengerti," kata dia.
    HIV sendiri merupakan kependekan dari
    Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus
    yang menyerang sistem kekebalan tubuh
    manusia. Sementara AIDS merupakan
    kumpulan gejala yang disebabkan oleh HIV.

    Orang yang terinfeksi HIV/AIDS biasanya
    menderita gejala demam, diare yang tak
    kunjung sembuh, sariawan terus menerus,
    kelelahan, dan berat badan yang menurun.

    Untuk mengetahui apakah seseorang
    terinfeksi HIV atau tidak, harus melalui tes
    darah di rumah sakit atau puskesmas.
    Hingga kini, belum ditemukan obat yang bisa
    menyembuhkan HIV. Tindakan medis yang
    dapat dilakukan saat ini yaitu dengan cara
    memberikan anti retroviral (ARV) sebagai
    terapi untuk menghambat perkembangbiakan
    virus.

    0 Responses to “Ini mitos salah seputar HIV/AIDS”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin