May 19, 2013

1

Beberapa kegiatan sepele yang dapat merusak kesehatan

  • May 19, 2013
  • Share
  • Kenyataannya hidup sehat merupakan
    kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia
    setiap harinya. Karena dengan kita sehat maka
    hidup ini akan lebih berarti. Tetapi anda harus
    berhati-hati terhadap beberapa kegiatan yang
    menurut kita sepele dan ternyata dapat
    merusak kesehatan kitaâ?¦Apa sajakah itu ???
    Ini dia :

    1. Mendengarkan Musik Lewat Earphone
    Suka mendengarkan musik lewat earphoneâ?
    ¦???? Hmm..hati-hati bahayanya. Terlalu
    sering mendengar bunyi keras atau suara
    bising dalam tempo lama dan terjadi tiap hari
    bisa mengganggu pendengaran. Kajian Komisi
    Eropa menunjukkan, kebiasaan mendengar
    musik dengan earphone dengan volume tinggi
    (di atas 100 desibel), lebih dari satu jam sehari
    dalam jangka minimal lima tahun, membawa
    risiko gangguan pendengaran permanen.
    Saat ini, 50-100 juta orang diperkirakan aktif
    mendengar musik melalui earphone setiap
    harinya. Berdasarkan penelitian, sebagian
    besar mereka menyetel volume hingga di atas
    89 desibel (sekitar volume 90 %) untuk
    mengimbangi kebisingan lalu lintas. Gangguan
    pendengaran karena bising merupakan
    gangguan pendengaran tipe saraf (tuli
    sensorineural) akibat kerusakan koklea atau
    saraf sensoris. Menurut dr.Ronny Suwento,
    SpTHT, dari Departemen Telinga Hidung dan
    Tenggorokan (THT), RSCM, Jakarta, getaran
    kuat akibat gelombang suara keras akan
    merusak sel-sel rambut koklea dalam telinga
    dalam.
    "Kerusakan itu akan menghambat impuls listrik
    mencapai saraf pendengaran sehingga tidak
    ada yang diteruskan ke otak untuk
    diinterpretasi sebagai suara," kata dr Ronny.
    Gangguan pendengaran akibat paparan suara
    bising terjadi secara bertahap.

    "Mungkin pada
    tahun-tahun awal orang itu tidak akan
    merasakan gangguan karena suara yang kita
    gunakan dalam komunikasi sehari-hari hanya
    500-4000 desibel," tambahnya. "Lambat laun
    ambang batas pendengarannya makin
    menurun sampai akhirnya tidak bisa
    mendengar suara lagi," kata dr Ronny.
    Telinga sendiri diciptakan dengan berbagai
    bagian fungsi yang saling bekerja sama
    sehingga seseorang mampu mendengar,
    memproses, dan memahami dunia di
    sekitarnya. Namun, saat suara di sekitar kita
    terlalu keras atau bising, sel-sel rambut yang
    halus di rumah siput dalam telinga (koklea)
    akan rusak. Sel rambut ini berfungsi
    menangkap frekuensi suara dan
    meneruskannya ke pusat persepsi
    pendengaran di otak.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat
    pemutar musik digital yang disambungkan
    dengan earphone diputar pada volume optimal
    atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel),
    telinga hanya boleh terpapar maksimal 5
    menit per hari. Pada volume 90 persen (90
    desibel) hanya boleh terpapar selama 18
    menit. Pada volume 80 persen (80 desibel),
    hanya boleh 1,2 jam dosis maksimal per hari.
    Dan, pada volume 70 persen (70 desibel),
    hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari.
    Lebih dari itu, risiko terjadinya trauma bising
    akan lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada
    volume rendah karena akan lebih aman.
    Ingat dengan pepatah yang mengatakan, "if
    it is too loud you are too old?" Semakin sering
    kita mendengarkan bunyi yang terlalu keras,
    maka usia kita akan jauh lebih tua dari usia
    sesungguhnya karena pendengaran kita
    terganggu.

    2.Memakai Celana Jeans Ketat
    Penggunaan celana jeans ketat dapat
    menimbulkan rasa panas di bagian organ
    reproduksi yang membahayakan kesehatan
    reproduksi. Selain itu, dengan menggunakan
    celana ketat, perut akan terasa sakit dan
    pernapasan juga akan terganggu karena
    perut selalu dalam keadaan tertekan yang
    pada akhirnya proses BAK (Buang Air Kecil)
    dan BAB (Buang Air Besar) juga akan
    terganggu. Jadi, dengan kenyataan seperti
    itu, perlu kita pertimbangkan jika ingin
    menggunakan celana ketat dalam waktu
    lama.

    3. Menaruh Dompet di Saku Belakang Celana
    Biasa meletakkan dompet di saku belakang
    celana? Waspadalah. Kebiasaan itu ternyata
    bisa mempengaruhi saraf-saraf yang ada di
    tubuh. Para ahli mengungkapkan orang-orang
    yang duduk dengan dompet di saku belakang
    celana memiliki risiko merusak saraf-saraf
    kunci. Kondisi ini sudah menjadi sangat umum
    di masyarakat hingga dijuluki dengan nama
    hip-pocket syndrome atau wallet-neuropathy.
    Laki-laki yang selalu meletakkan dompet di
    saku belakangnya adalah kelompok yang
    paling berisiko terkena kondisi ini.
    Meski demikian ada beberapa hal yang bisa
    dilakukan untuk menghindari risiko gangguan
    saraf, seperti dikutip dari siouxcityjournal.com
    yaitu:

    1. Melakukan sedikit peregangan sebelum
    duduk
    2. Mengeluarkan dompet dari saku belakang
    sebelum duduk meskipun dompet tersebut
    tidak tebal
    3. Meletakkan dompet pada tempat alternatif
    lainnya seperti saku jaket atau di dalam tas
    4. Duduklah dengan nyaman di kursi atau sofa
    dengan permukaan yang datar sehingga tidak
    mengganggu saraf dan struktur tulang serta
    ototnya benar
    5. Jika sudah timbul keluhan sebaiknya segera
    konsultasikan dengan fisioterapis untuk
    memperbaiki postur tubuh dan tidak
    memperburuk keadaan.
    4. Membunyikan Tulang Leher/Badan Lainnya
    Memutar kepala setelah dipijat atau saat leher
    terasa pegal memang sangat menyenangkan.
    Kepala merasa lebih enteng dan rasa sakit
    yang ada di kepala apakah itu pusing atau
    sakit kepala, umumnya segera hilang setelah
    terdengar bunyi tersebut.

    Padahal, kebiasaan itu mempunyai akibat
    sampingan yang cukup berbahaya. Salah
    satunya, syaraf bisa terjepit di sela-sela tulang
    ekor leher. Menurut Brian Cassaza, M.D, dari
    Universitas California, Amerika, bila salah urat
    syaraf terjepit di antara tulang ekor leher.
    Maka, efeknya bisa bemacam-macam,
    tergantung dari jaringan saraf itu menuju ke
    mana. Tapi, pada umumnya, akan
    mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan
    tangan sulit dikomando oleh otak. Orang yang
    mengalami hal tersebut, biasanya berjalan
    seperti robot, karena, otak gagal memberi
    instruksi kepada organ-organ tubuh untuk
    melakukan apa yang diiinginkan.
    Berjalan seperti robot merupakan suatu hal
    yang tidak menyenangkan, jika orang itu
    menggunakan sandal, dapat dipastikan bahwa
    sandalnya akan mudah terlepas dari telapak
    kakinya, akibat jari-jari tidak mampu menekan
    bagian dasar sandal. Atau, bila makan harus
    disuapi. Karena, tangan sulit sekali membawa
    sendok hingga ke ujung bibir, sebagaimana
    layaknya orang sedang menyuap makanan ke
    dalam mulut.
    Sama halnya dengan membunyikan tulang
    leher, gerakan membunyikan buku-buku jari
    juga merupakan kebiasaan yang salah karena
    menyalahi aturan persendian normalnya dan
    dapat menghancurkan tulang-tulang rawan di
    dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus
    menerus maka dapat menimbulkan penyakit
    sendi yang kronis di kemudian hari.
    DARI MANA ASALNYA BUNYI "KRETEK" ITU???
    Para ilmuwan biomedis telah mempelajari apa
    yang sebenarnya terjadi ketika Anda menekuk
    tulang sendi jari dengan menggunakan
    mikrofon yang sensitif (untuk mendengarkan
    dan menganalisis bunyi) dan ukuran bunyi
    (untuk mengukur jumlah tarikan pada jari).
    Mereka menemukan bahwa dua suara yang
    terpisah biasanya muncul ketika Anda
    membuyikan buku jari. Buku jari adalah sendi
    yang membuat jari Anda dapat ditekuk. Di
    dalam ruang sendi di antara tulan-tulang
    terdapat cairan dan ikatan sendi (ligamen) di
    setiap sisi ruang sendi yang menyatukan
    tulang.
    Ketika Anda menarik jari ("menceklek" sendi),
    Anda membuat ruang sendi makin besar.
    Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin
    menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedot ke
    dalam. Ketika tekanan menurun,muncullah
    gelembung (paling sering karbon dioksida),
    hanya dalam satu per ribuan detik. Ketika
    muncul, gas ini akan menimbulkan bunyi
    letupan yang merupakan suara pertama.
    Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang
    sekarang menjadi lebih besar. Karena ruang
    sendi mendadak diisi oleh gelembung,
    cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi
    dan mendorongnya ke posisi semula.

    Pada saat
    ligamen "didorong kembali" muncullah bunyi
    kedua. Energi yang hilang dalam sendi sangat
    rendah, sekitar 7% dari yang Anda perlukan
    untuk merusak tulang rawan. Namun, jika
    Anda sering melakukannya, itu akan menjadi
    cerita yang jauh berbeda.

    Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Daniel
    Unger, yang telah membunyikan buku jari
    tangan kirinya selama 50 tahun. Ia kemudia
    membandingkan tangan kiri (buku sendi yang
    sering dibunyikan) dengan tangan kanannya
    (yang tidak pernah dibunyikan). Tangan kirinya
    tidak terkena artritis, sama seperti tangan
    kanannya, namun satu orang merupakan
    sampel yang sangat kecil.

    Penelitian lain meneliti 300 orang yang telah
    membunyikan buku jarinya selama 35 tahun.
    Tidak ada kasus artritis pada tangan mereka.
    Mereka memang memiliki sendi yang
    membesar (bukan masalah besar). Namun, hal
    yang mengejutkan adalah tangan mereka
    lebih lemah, kekuatan tangan mereka
    seperempat kekuatan yang seharusanya!
    Jadi, membunyikan buku jari tidak menggangu
    Anda dalam waktu singkat, namun 35 tahun
    dari sekarang, Anda mungkin tidak akan dapat
    membuka botol selai! Bagaimana pendapat
    Anda? Masih mau "menceklek" buku jari Anda
    lagi?

    5. Mandi Malam Hari
    MANDI adalah salah satu upaya membersihkan
    badan. Mandi biasanya dilakukan sehari 2 kali,
    yakni pagi setelah bangun tidur dan sore hari
    sepulang dari aktivitas seharian. Mandi jarang
    dilakukan pada malam hari, kecuali bagi
    mereka yang pada sore hari tidak sempat
    mandi karena ada pekerjaan sampai agak
    malam. Lalu apakah mandi malam berefek
    buruk bagi kesehatan?

    Menurut dr.Cici Lia Novita, mandi pada malam
    hari sebenarnya tidak membawa dampak
    negatif bagi kesehatan bagi orang yang tidak
    mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti
    rematik, jantung dan asma. Ia mengakui, jika
    waktu malam hari itu udara khususnya di
    Indonesia kelembabannya lebih tinggi sehingga
    bila tubuh yang sudah kedinginan diberi air
    dingin akan menjadi kaku. "Tidak masalah,
    selama kondisi tubuh sehat dan tidak ada
    penyakit rematik, jantung dan asma," ujarnya.

    1 Responses to “Beberapa kegiatan sepele yang dapat merusak kesehatan”

    Anonymous said...
    Sunday, May 19, 2013 at 1:01:00 PM GMT+7

    I every time spent my half an hour to read this webpage's articles everyday along with a mug of coffee.

    Check out my website ... kaospolospamulang.co.id


    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin