May 26, 2013

0

5 Kontroversi seputar Google Glass

  • May 26, 2013
  • Share
  • Kacamata pintar Google Glass
    mulai dilepas secara luas dan
    dicoba developer. Rencananya,
    kacamata tersebut akan
    dipasarkan massal tahun 2014,
    Dengan kemampuan rekam foto
    dan video, dibekali memori internal
    sampai mengakses internet,
    kacamata ini memang canggih.
    Dan karena digunakan seperti
    layaknya kacamata biasa, mungkin
    tidak banyak yang tahu
    kecanggihannya, Kontroversi apa
    yang mungkin mewarnai Google
    Glass saat digunakan secara
    massal nanti?
    Berikut  5 Kontroversi Seputar
    Kacamata Pintar Google (Google
    Glass)
    yang dihimpun ravictory.blogspot.com dari
    berbagai sumber.

    1. Mengintip & Merekam Lawan
    Jenis
    Mereka yang hobinya mengintip
    dan kemudian merekam lawan
    jenis secara sembunyi-sembunyi,
    bisa diuntungkan dengan kehadiran
    Google Glass.
    Dengan smartphone atau kamera
    yang berukuran cukup besar, aksi
    merekam tersebut berpotensi
    ketahuan. Namun dengan Glass
    yang bisa diperintah dengan suara,
    maka perangkat akan merekam
    atau menjepret foto dengan
    mudah.
    Misalnya seseorang menjumpai
    lawan jenis yang seksi sedang
    berlari di taman. Maka mereka
    cukup mengarahkan pandangan
    ke orang itu dan merekamnya,
    Terlebih, agaknya tidak bisa
    diketahui apakah kacamata itu
    sedang merekam atau tidak.
    Hal ini bisa menjadi kontroversi
    tersendiri bagi privasi manusia,
    Sehingga kabarnya ada restoran
    di Amerika Serikat yang melarang
    pengunjung memakai Google Glass.
    Dengan alasan menjaga privasi
    dan kenyamanan.

    2. Memata-matai Orang yang
    Baru Dikenal
    Seorang pria pemakai Google
    Glass bertemu dengan seorang
    wanita cantik. Awalnya, gadget ini
    membantunya datang tepat
    waktu bertemu sang wanita
    dengan teknologi reminder yang
    disajikan langsung ke penglihatan.
    Namun, begitu sang wanita
    menyebutkan namanya, langsung
    saja pria tersebut mencari tahu
    mengenai wanita tersebut lewat
    Google, hanya dengan menyebut
    ‘Google’ dan nama yang dimaksud.
    Tak lama kemudian, Google Image
    menampilkan sebuah foto di mana
    wanita tersebut tampak sedang
    bermain dengan seekor anjing.
    Gambar tersebut dimanfaatkan
    oleh pria itu dengan menebak
    bahwa sang wanita menyukai
    seekor anjing untuk membuatnya
    terkesan.

    Selanjutnya bisa ditebak, pria itu
    langsung mencari berbagai
    informasi mengenai anjing lewat
    Google agar bisa
    menyeimbangkan pembicaraan.
    Tujuannya sudah jelas: untuk
    memikat sang wanita! Bahkan, si
    pria bisa bebas memotret paras
    wanita tersebut tanpa
    sepengetahuannya, Skenario di
    atas sangat mungkin terjadi. Dan
    mungkin bisa menimbulkan rasa
    tidak nyaman jika ketahuan.

    3. Melihat Pornografi
    Industri pornografi dilaporkan sudah
    mengincar Google Glass sebagai
    media baru untuk memutar film
    porno. Pengguna pun bisa melihat
    secara mudah dan privat sehingga
    bisa bikin kecanduan.
    “Kacamata ini akan menjadi
    pemicu gaya produksi baru.
    Melihat dari televisi sudah biasa,
    namun dengan kacamata ini Anda
    seolah bisa berada dalam adegan,”
    kata Alana Evans, seorang aktris
    mesum.
    “Kacamata ini bisa bebas
    digunakan tanpa bantuan tangan
    dan punya kapabilitas menampilkan
    resolusi tinggi,”
    tambahnya,Pendapat senada
    disampaikan oleh Peter Ancworth
    dari sebuah perusahaan film porno.
    Dia menilai Google Glass membuka
    peluang baru dalam produksi
    pornografi.
    “Google Glass membuka
    kesempatan baru untuk
    memproduksi film (porno) berbasis
    realitas,” kata Anchwort. Di mana
    perangkat ini kemungkinan bisa
    digunakan untuk merekam
    adegan-adegan dalam film
    mesum.

    4. Bikin Antisosial
    Sangat mungkin Google Glass akan
    membuat pengguna menjadi
    begitu keasyikan menggunakan
    fitur-fiturnya. Dan pada akhirnya
    menimbulkan sikap anti sosial.
    Tidak perlu dengan tangan, orang
    bisa menggunakan semua fungsi
    Google Glass cukup dengan
    perintah suara. Termasuk
    mengakses internet.
    Karena kepraktisannya tersebut,
    bisa jadi pengguna kecanduan
    menggunakan Google Glass. Dari
    sekadar mengakses YouTube atau
    Facebook.
    Perangkat seperti smartphone
    sedikit banyak sudah membuat
    orang seperti kecanduan dan tidak
    peduli pada lingkungan sekitarnya.
    Google Glass pun berpotensi besar
    mengakibatkan hal yang sama.

    5. Penyebab Kecelakaan
    Meskipun mata pengguna
    dirancang melihat dengan jelas
    situasi di sekitarnya kala
    menggunakan Google Glass, tetap
    saja ada kemungkinan konsentrasi
    terpecah.
    Dan ujung-ujungnya
    mengakibatkan kecelakaan jika
    pengguna memakai Google Glass
    saat mengemudi. Sampai-sampai
    otoritas di Amerika Serikat sudah
    mulai meregulasi penggunaan
    Google Glass.
    Politisi di West Virginia ingin
    membuat peraturan untuk
    melarang pemakaian Google Glass
    saat berkendara. Sebab rawan
    mengakibatkan kecelakaan.

    “Kami mendengar banyak
    kecelakaan yang disebabkan
    memakai ponsel saat mengemudi.
    Hal yang sama bisa terjadi dengan
    pemakaian Google Glass,” kata
    Gary Howell, politisi setempat.

    0 Responses to “5 Kontroversi seputar Google Glass”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin