April 27, 2013

0

Menelisik misteri tergelap suku Maya

  • April 27, 2013
  • Share
  • [www.ravictory.blogspot.com] ~ Sebuah kota besar dari peradaban
    Maya kuno hampir satu abad lalu ditemukan di Guatemala.
    Kota ini mulai mengungkap rahasianya, termasuk petunjuk
    ramalan ‘kiamat’ Suku Maya yang mungkin salah.

    Di penggalian pertama para arkeolog di kompleks Xultzn di
    wilayah Peten Guatemala, ditemukan struktur berisi ruang
    kerja juru tulis kota. Di dinding terdapat lukisan unik dan
    banyak perhitungan terkait kalender Suku Maya yang berlaku
    hingga 7.000 tahun ke depan.

    Penggalian yang didanai National Geographic ini
    mengungkapkan rincian kalender Maya dan kehidupan
    penduduk yang sebelumnya tak diketahui. Di beberapa
    dinding, terdapat lukisan mewakili bermacam siklus kalender
    Suku Maya, yakni kalender seremonial 260 hari, kalender
    matahari 365 hari, siklus 584 hari planet Venus dan siklus 780
    hari Mars.

    “Mengapa mereka menulis angka-angka itu jika dunia akan
    kiamat tahun ini?,” kata ahli astronomi Maya Anthony Aveni
    dari Colgate University di Hamilton, Amerika Serikat (AS). Ini
    merupakan perhitungan pertama yang ditemukan arkeolog
    Maya yang tampak mentabulasi semua siklus.

    Meski semuanya melibatkan kelipatan umum kunci kalender
    dan siklus astronomi, makna tepat dari rentang waktu ini tak
    diketahui. Arkeolog William Saturno dari Boston University
    mengatakan, “Untuk pertama kalinya, kami bisa melihat
    catatan sebenarnya yang disimpan juru tulis yang memiliki
    tugas menjadi penjaga catatan resmi”.
    Para ilmuwan mengatakan, meski kepercayaan populer
    menyatakan kiamat terjadi pada 2012, tak ada tanda kalender
    Maya akan berakhir pada 2012, ini hanya satu siklus dari
    kalender itu. “Ini seperti odometer mobil di mana kalender
    Maya bergerak dari 120 ribu menjadi 130 ribu. Di mana
    artinya, kalender Maya akan dimulai kembali,” katanya.

    Lukisan-lukisan di dinding yang ditemukan para ahli ini
    mengungkap tabel astronomi tertua yang diketahui dari
    Maya. Para ilmuwan mengaku, catatan astronomi ini
    merupakan kunci kalender Maya yang menjadi perhatian
    karena peringatan kiamat pada Desember tahun kemarin.

    Para ahli mengatakan, catatan astronomi ini tak membuat
    prediksi seperti itu. Temuan baru memberi sedikit cadangan,
    yakni perhitungan yang mencakup rentang waktu yang lebih
    lama dari 6 ribu tahun melewati 2012.
    Satu dinding berisi kalender berdasarkan fase bulan yang
    memiliki rentang 13 tahun. Kalender ini sendiri diduga
    digunakan untuk melacak dewa mana yang mengawasi bulan
    di waktu tertentu.
    Aveni mengatakan, hal ini membuat juru tulis bisa meramalkan
    munculnya bulan purnama di tahun-tahun berikutnya.

    Catatan pembukuan ini merupakan kunci astrologi dan ritual
    Maya serta bisa jadi digunakan menasihati raja saat perang.
    “Yang ada disini adalah, adalah astronomi yang didorong
    religi,” katanya. Di sisi lain, kurator Simon Martin dari University
    of Penssylvania Museum of Archaeology and Anthropology
    mengaku, temuan ini sangat luar biasa.

    “Temuan ini sangat luar biasa,” katanya. Temuan ini memberi
    pandangan mengenai cara juru tulis suku Maya bekerja serta
    cara mereka menyimpulkan sesuatu. “Hal paling menarik dari
    temuan ini adalah, kini kita tahu Suku Maya membuat ratusan
    perhitungan tahun sebelum mencatatnya dalam kodeks,”
    tutup Aveni.

    0 Responses to “Menelisik misteri tergelap suku Maya”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin