-->

Duh, begini kondisi rumah mantan gubernur DKI

[www.ravictory.blogspot.com] ~ Pemprov DKI Jakarta berjanji akan
memperbaiki kediaman mantan
Gubernur DKI Jakarta Henk
Ngantung. Rencana renovasi rumah
Gubernur DKI Jakarta di era
Soekarno itu disampaikan Wakil
Gubernur DKI Jakarta, Basuki T
Purnama saat bertemu istri
almarhum Henk Ngantung, Hetty Eve
Mamesah di Balaikota DKI Jakarta.
"Pak Jonatan Pasodung (Kepala
Dinas Perumahan dan Gedung
Pemda DKI) sudah berkunjung untuk
meminta perbaikan rumah. Saya
datang bertemu Pak Wagub
sebagai tindak lanjut rencana
renovasi rumah," ujar Hetty yang
didampingi putra ketiga, Kamang
usai bertemu Basuki di Balaikota,
seperti dilansir situs beritajakarta.
Dikatakan Hetty, kondisi rumah
miliknya saat ini sudah hancur dan
tidak layak sebagai tempat tinggal.

"Solusinya ya dipugar atau dijual.
Kalau saya mau jual, akan dijadikan
cagar budaya dan dibuat galeri,"
katanya.  Namun, Hetty mengaku
memilih opsi kediaman miliknya
diperbaiki saja. "Respon Pak Wagub
sangat baik dan secepatnya akan
dipugar," katanya. Ditambahkan
Hetty, dirinya saat ini tidak berniat
menjual rumah seluas 2.400 meter
persegi tersebut. "Rumah saya cuma
satu, sedangkan anak saya empat.
Anak-anak saya yang tiga orang
tinggal di luar Jakarta, cuma satu
orang yang di Jakarta," katanya.
Pemprov DKI, kata Hetty, akan
merevonasi rumah miliknya
menggunakan anggaran dari APBD.

"Pak Wagub juga bilang kalau rumah
tersebut dijual, Pemprov DKI yang
akan membeli dengan harga
pasaran dan menjadikan rumah
tersebut menjadi sanggar seni lukis,"
ungkapnya.

Sekadar diketahui, Henk Ngantung
menjabat Gubernur DKI Jakarta
periode 1964-1965. Henk
diberhentikan dengan tidak hormat
karena dituduh terlibat Lekra, salah
satu underbouw PKI saat itu.

Padahal, tidak ada bukti kuat
keterlibatan Henk dengan PKI. Paska
dicopot dari jabatannya, Henk hidup
melarat. Untuk membiayai hidup
sehari-hari, satu persatu lukisan Henk
pun dijual.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter