-->

Mengudap Nasi Brijani dan Kroket Blanda di Warung Kopi Oey Boen Than

Semilir angin sejuk sore hari ternyata terasa makin nikmat di kopitiam ini. Ditemani nasi brijani yang disajikan cantik. Kuning menyala, ditaburi kismis dan kacang mete plus lauk kari ayam yang lembut gurih. Djoeara rasanja!

Kembali menyambangi Taman Budaya di kawasan Sentul City ternyata ada yang berbeda. Selain membuat keramik dan melihat berbagai kegiatan seni, di salah satu sudutnya ada Kopitiam Oey. Warung kopi ini milik Oey Boen Than atau Bondan Winarno, pencinta kuliner yang sudah punya 19 cabang di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

Daftar menu yang disodorkan tak hanya memuat menu tetapi berupa Warta Koffie. Ada artikel pendek 'Koffie Ko' Mihil? yang menjelaskan bahwa minum kopi lokal sebenarnya tak perlu mahal. Di bagian bawahnya ada Veelgestelde Vragen atau FQA atau pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Tentunya dengan membaca info ini para 'tamoe' jadi lebih paham dan mudah memilih menu. Penjelasan ditulis dalam bahasa Indonesia ejaan lama dan sedikit bahasa Belanda.

Rencananya memang kami hanya ingin menikmati kopi plus camilan. Agak bingung menentukan pilihan. Pasalnya semuanya menarik selera. Jadilah Singkong Sambel Roa (Rp.15.000), Kroketjes Blanda (Rp.25.000) kudapan kami. Potongan singkong sebesar balok kayu kecil disuguhkan panas mengepul dengan sambal roa yang merah kecokelatan dalam mangkuk kecil.

Krenyes empuk, langsung terasa saat singkong digigit. Menandakan singkong baru yang digoreng. Dicocol sambal yang roa yang beraroma menyengat rasanya mata jadi melek. Gurih-gurih pedas. Ah, tak heran banyak orang ketagihan singkong goreng ini.

Lebih cantik menggoda tampilan kudapan Belanda, kroket yang berbentuk bulat panjang, disajikan dengan mustard yang kental. Hmm..tekturnya garing di luar dan lembut di bagian dalam. Ini ciri khas kroket Belanda. Ada gurih ayam dan keju yang beradu dan makin komplet enaknya setelah dicocok mustard. Nyam-nyam dalam hitungan menit 2 potong kroketpun tandas.

Teh Tarek Semenandjoeng (Rp.17.000) bisa dibilang teh tarik sebenarnya. Buihnya menjulang tinggi di permukaan gelas. Pertanda susu dan teh dikocok atau 'ditarik' dengan benar. Tak sekedar diaduk dengan susu. Demikian juga dengan Ijs Daon Mint (Rp.15.000) yang cokelat bening menebarkan aroma semriwing daun mint segar.

Ya, benar memang. Teh ini bukan sekedar teh hitam beraroma peppermint tetapi rupanya daun mint yang direbus sehingga rasa mentol alaminya lengket di langit-langit mulut. Segar dingin, pas buat membasuh rasa gurih setelah makan kudapan.

Agak sedikit lama tertiup angin sejuk di teras kopitiam yang ditata dengan ornamen bergaya Cina peranakan membuat perut makin nyaman. Maka seporsi Nasi Brijani Ajam (Rp. 37.000) melengkapi rehat sore. Nasi berwarna kuning menyala cantik ini langsung memikat perhatian.

Aroma wanginya menggelitik hidung. Apalagi kari ayam yang berkuah kental kecokelatannya menebar semerbak rempah yang harum. Di atas nasi yang berbulir panjang ditaburkan kismis, kacang mete dan bawang merah goreng.

Ketika terkunyah langsung terasa buliran nasi dari beras basmati yang pulen wangi. Meski terlihat pera, nasinya tidka keras, pulen, dan tidak berlumuran minyak tetapi rasanya gurih enak. Kismis yang legit, kacang mete dan bawang yang renyah membuat imbangan rasa yang sempurna di lidah. Kari ayamnya yang lembut, dengan kuah kental yang gurih mengantarkan nasi ini makin cepat ke perut. Ah, tanpa kari pun nasi brijani ini sudah enak.

Karena perut kenyang, matapun jadi berat dan saya harus segera beranjak. Sebelum datang godaan lain. Tak berlebihan jika rasa di kopitiam ini sesuai dengan harganya yang 'djoedjoer'. Sodjah dan tabe oentoek Oey Boen Than penggagas 'koffie mantep harganja djoedjoer' !

Kopitiam Oey
Jln. Siliwangi. Taman Budaya Sentul City
Bogor, Jawa Barat.
Telpon: 021-87961562

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter