-->

9 Pertanyaan Sebelum Ajak Teman Traveling Bareng

Traveling bersama teman biasanya lebih menyenangkan. Anda bisa seru-seruan atau berfoto bareng saat di tempat-tempat wisata. Namun sebelum itu, tanyakan dulu 9 hal ini kepada teman Anda, agar perjalanan tidak berantakan.

Tahukah Anda, traveling adalah suatu tes untuk menguji hubungan pertemanan selama perjalanan. Traveling akan menguji seberapa besar kekompakan dan rasa saling membantu. Oleh sebab itu, ada kiat berupa 9 pertanyaan yang harus ditanyakan kepada partner traveling Anda. Tujuannya, agar perjalanan nyaman dan lancar.

Dikutip dari Matador Network, Senin (7/1/2013), berikut 9 pertanyaan yang harus Anda tanyakan calon kepada teman seperjalanan sebelum memulai traveling:

1. Apa tujuan Anda traveling?

Apakah salah satu dari Anda ingin traveling untuk bertemu masyarakat setempat di tempat tujuan, atau berkunjung ke museum? Apakah Anda ingin traveling untuk bersantai, sementara teman Anda ingin naik kendaraan tradisional setempat dan menjelajahi kawasannya?

Cari tahu apa tujuan Anda dan calon teman seperjalanan untuk traveling. Ketika Anda berdua sudah tahu dan saling mengerti, tentu akan lebih mudah mengatur jadwal perjalanan. Serta, meminimalisir kesalahpahaman dan konflik-konflik kecil selama di jalan.

2. Berapa anggaran Anda untuk traveling?

Ini adalah pertanyaan yang paling krusial. Pastikan Anda dan teman memiliki anggaran yang tidak jauh berbeda. Pastikan juga Anda berdua saling mengetahui berapa anggaran masing-masing yang dibawa selama perjalanan. Hal ini akan membuat perjalanan Anda lancar dan dapat menghindari dari kehabisan uang saat traveling.

3. Apa zona nyaman Anda?

Traveling adalah suatu kegiatan untuk bertualang di tempat baru. Kebudayaan masyarakat setempat dan adat istiadatnya pun menjadi sesuatu yang asing. Setiap orang pun memiliki reaksi tersendiri saat bertemu dengan hal baru tersebut.

Saat itulah, Anda bisa melihat reaksi partner traveling ketika bertemu dengan hal-hal yang baru dan mungkin tidak biasa. Apakah dia akan menutup diri menjadi defensif, atau malah membuka diri dan menikmati hal baru tersebut? Diskusikan dulu ke mana tujuan Anda dan saling membantulah untuk keluar dari zona nyaman.

4. Bagaimana Anda menghargai waktu?

Jika Anda mengatakan akan bertemu tepat pukul 08.00, apakah teman Anda akan datang tepat waktu, atau malah lebih 30 menit? Tanyakan kepada dia, bagaimana cara dia mengatur dan menghargai waktu.

Saat traveling, waktu adalah sesuatu yang sangat vital. Sedikit saja Anda terlambat, bisa-bisa tertinggal kereta atau kehabisan tempat menginap. Mengatur waktu dan tidak terlambat akan berpengaruh besar pada kenyamanan dan kelancaran perjalanan Anda.

5. Apakah Anda rela meninggalkan rumah?

Tanyakan kepada teman, apakah dia selalu merindukan rumah dan menikmati setiap waktu perjalanan di tempat yang asing? Memang, tidak ada salahnya teman Anda homesick alias kangen rumah. Tapi jika terus-terusan, hal ini dapat merusak suasana saat traveling. Anda pun pasti terganggu dengan renggekan teman yang mau pulang.

6. Apa kebiasaan buruk Anda?

Pertanyaan ini mungkin sedikit sensitif, namun ada kalanya Anda harus bertanya hal ini kepada partner perjalanan. Dengan pertanyaan ini, Anda jadi lebih tahu tentang kebiasaan buruk dia, seperti tidur mendengkur, telat bangun, atau makan sambil berbicara. Beberapa kebiasan buruk pun mampu membuat perjalanan berantakan. Tapi, Anda sudah tahu bagaimana mengantisipasi keburukannya bukan?

7. Seberapa besar kesabaran Anda?

Kesabaran juga menjadi hal penting selama traveling. Beberapa hal seperti pesawat delay atau makanan yang belum disajikan, akan menguji tingkat kesabaran. Apakah teman Anda mudah marah dan hilang kesabaran, atau justru Anda sebaliknya?

8. Apakah Anda mudah menjadi fleksibel?

Terkadang, kebanyakan traveler memanjangkan waktu perjalanan untuk lebih menjelajahi tempat-tempat cantik Anda bisa saja menambah waktu menginap satu malam atau menetap lebih lama satu minggu. Untuk itu, Tanyakan dan rundingkan terlebih dulu kepada partner Anda, apakah dia orang yang fleksibel atau malah patuh pada rencana semula yang telah dirancang?

9. Apakah Anda bisa ditinggal atau berpergian sendiri?

Apakah teman Anda bisa ditinggal sendiri di pantai, sementara Anda berkunjung ke pasar tradisional? Atau justru Anda akan sama-sama terus selama perjalanan? Beberapa orang tidak suka ditinggal sendirian di tempat yang asing. Namun, tak sedikit juga suka menjelajahi tempat-tempat terpencil sendirian. Teman Anda termasuk yang mana?

Itulah 9 pertanyaan yang harus Anda tanyakan kepada calon partner traveling sebelum memulai perjalanan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membuat Anda lebih kompak dan tentu saja lebih nyaman menikmati perjalanan. Selamat traveling!

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter