June 15, 2013

0

Mengenal Tradisi Rasaulan di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta

  • June 15, 2013
  • Share
  • Rasulan adalah sebuah ritual setelah musim panen tiba sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Sang Pemberi rejeki. Biasanya di tempat lain tradisi ini di sebut dengan tradisi merti dusun atau merti desa.



    Kegiatan rasulan ini diselenggarakan per pedukuhan/ dusun dengan waktu pelaksanaan yang berbeda- beda. Banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka rasulan ini. Biasanya kegiatan ini di mulai dengan kegiatan bersih dusun dengan melakukan kerja bakti di sekitar lingkungan mereka. kemudian dilanjutkan dengan pementasan atau tontonan-tontonan yang meriah seperti pentas ketoprak, seni jathilan, kesenian reog, pentas wayang kulit, turnamen bola voli, dan acara meriah lainnya.



    Selain itu, juga diadakan kirab budaya (karnaval mengelilingi pedukuhan) dari masing-masing dusun dengan aneka gunungan yang terdiri dari berbagai hasil panen, misalnya padi, jagung, kacang dan lain sebagainya. Seluruh peserta kirab budaya menggunakan berbagai macam kostum dan aksesoris yang tradisional dan unik. Misalnya, ada sekolompok remaja putri yang membawa sapu, para petani yang membawa cangkul dan memakai caping, ibu-ibu yang membawa nampah dan juga sekolompok pemuda yang mengenakan seragam tentara kerajaan beserta senjatanya.

    masyarakat Gunungkidul memaknai rasulan sebagai hari raya ketiga selain Idul Fitri dan Idul Adha. jadi, even budaya ini mirip dengan tradisi lebaran, dimana seseorang datang ke tempat kerabatnya untuk bersilaturrahmi dan menikmati hidangan sepesial yang disediakan oleh tuan rumah. Oleh karena itu, pada hari "H" pelaksanaan Rasulan ini, setiap keluarga biasanya membuat makanan spesial untuk tamu-tamu mereka.



    Nilai-nilai yang dapat diambil dari tradisi Rasulan ini,
    • Adanya kesadaran rasa syukur masyarakat Kabupaten Gunung Kidul atas nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
    • Nilai kegotong royongan dari seluruh masyarakat dalam melakukan kerja bakti “bersih desa” dan juga ketika akan membuat gunungan serta mempersiapkan kostum dan aksesoaris dalam rangka untuk memeriahkan acara tersebut bahkan ada warga desa yang berada di luar kota rela datang untuk mengikuti acara tersebut.
    • Melalui berbagai pertunjukkan kesenian tradisional merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya Indonesia yang sudah mulai terkikis oleh kemajuan zaman dan informasi.
    • Bertamu ke tempat saudara atau tetangga untuk menikmati hidangan yang dipersiapkan oleh tuan rumah, dapat dilihat bahwa bukan hanya makanan yang dicari melainkan juga rasa kebersamaan dan bagi tuan rumah dapat dikatakan sebagai sedekah atas hasil panen yang didapat.

    Sumber

    0 Responses to “Mengenal Tradisi Rasaulan di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin