May 9, 2013

1

"Frederich Silaban" arsitek Masjid Istiqlal yang terlupakan

  • May 9, 2013
  • Share
  • Mengukir prestasi menakjubkan di pentas
    nasional belum tentu akan mendapat apresiasi
    di kampung halaman. Kalimat ini terasa tepat
    menggambarkan kiprah dan reputasi arsitek
    Frederich Silaban (1912-1984). Lahir 16
    Desember 1912 di desa Bonan Dolok, Dolok
    Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan
    (Humbahas), Sumatera Utara.
    Beliau adalah seorang arsitek ternama dalam
    jajaran arsitek generasi pertama di Indonesia.

    Arsitek kesayangan Presiden Soekarno ini juga
    disebut sebagai seorang perintis arsitektur
    modern Indonesia. Melalui karya-karya
    arsitekturnya, Frederich Silaban telah
    memperoleh penghargaaan dari dalam negeri
    dan luar negeri.

    Qubah Mesjid Istiqlal telah diakui Universitas
    Darmstadt, Jerman Barat sebagai hak cipta
    Frederich Silaban, yang disebut sebagai
    "Silaban Dom" (qubah Silaban). Karya dan
    pemikirannya telah menjadi ajang telaahan
    apresiatif para akademisi serta praktisi
    arsitektur di Indonesia. Namanya juga telah
    termeteraikan sebagai tokoh nasional dalam
    buku Ensiklopedi Nasional Indonesia.
    Setiap kali nama Frederich Silaban disebut
    selalu memiliki kaitan dengan latar belakang
    sosial maupun kampung halamannya. Beliau
    adalah putera kelima dari keluarga petani di
    desa Bonan Dolok, Dolok Sanggul, Humbahas.

    Dilahirkan oleh ibu Noria boru Simamora.
    Ayahnya, Djonas Silaban, adalah seorang
    sintua Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
    Dengan kepiawaiannya dalam bidang
    arsitektur, Frederich Silaban telah mengukir
    seberkas sejarah partisipasi seorang putra
    Humbahas dan orang Kristen Batak di pentas
    nasional.

    Namun di kampung halamannya sendiri, di
    Dolok Sanggul, Humbahas, arsitek Frederich
    Silaban tampak nyaris terlupakan. Bukan saja
    di kalangan masyarakat umum, tetapi hampir
    semua pemangku kepentingan (stakeholder)
    termasuk jajaran pemerintahan dalam lingkup
    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbahas
    terkesan turut alpa mengapresiasinya.
    Kealpaan semacam itu terindikasi dari fakta
    betapa hingga kini, sepanjang diketahui, belum
    pernah ada pihak di Humbahas yang secara
    resmi merealisasikan suatu bentuk
    penghargaan yang pantas baginya. Bahkan
    selama ini, wacana yang merencanakan suatu
    penghargaan pun tidak pernah terdengar
    nyaring. Mengapa?

    1 Responses to “"Frederich Silaban" arsitek Masjid Istiqlal yang terlupakan”

    jaket kulit said...
    Sunday, September 7, 2014 at 12:52:00 PM GMT+7

    salam hangat dari kami ijin informasinya dari kami pengrajin jaket kulit


    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin