May 26, 2013

0

9 Inovator muda yang brilian

  • May 26, 2013
  • Share
  • Yang muda yang berkarya.
    Kalimat itu sepertinya tepat ditujukan
    kepada anak-anak usia muda, namun mampu
    mengundang decak kagum dunia dengan
    berbagai karya dan prestasi yang
    dihadirkan.
    Mengapa dikatakan tergolong muda, karena
    memang para technocrats ini usianya tidak
    lebih dari 15 tahun. Dilansir mashable, berikut
    adalah 9 Inovator Cilik di Dunia dari usia
    tujuh sampai dengan 15 tahun, mulai dari
    game sampai aplikasi anti intimidasi, yang
    mereka ciptakan, dan berhasil membuat
    mata dunia terperangah dibuatnya.

    1. Nick D’Aloisio
    mybroadband.co.za
    Di usianya yang baru 15 tahun, Nick D’Aloisio
    menciptakan TRIMIT yaitu sebuah aplikasi iOS
    yang dapat meringkas konten web agar
    lebih singkat untuk digunakan di berbagai
    media sosial seperti Twitter, Facebook, dan
    Tumblr.
    Fast Company menarik D’Aloisio selama satu
    bulan untuk mengembangkan penelitian
    mengenai aplikasi alogaritma. Biasanya jenis
    penelitian yang memakan jutaan dolar ini
    dilakukan untuk program Magister (S2) dan
    Doktoral (S3).

    2. Thomas Suarez
    howtosoflife.blogspot.com
    Ilmuwan berusia 12 tahun ini mengaku, saat
    ini banyak anak-anak yang tidak hanya
    senang bermain game, tetapi mereka juga
    senang menciptakan gam untuk mereka
    sendiri.
    Itulah, yang selama ini kerap dilakukan
    Suerez. Bukan hanya itu, ia juga mendirikan
    perusahaannya sendiri, Carrot Corp dan
    sudah menciptakan beberapa aplikasi iOS.
    Salah satu diantaranya adalah Earth
    Fortune, yang hanya menampilkan warna
    yang berbeda dari planet berdasarkan
    keberuntungan pemain.
    Aplikasi ciptaannya yang paling sukses yaitu
    game yang menampilkan artis Justin Bieber
    di pertandingan Whac-a-Mole. Berkat
    kreativitasnya, ia memenangkan Tribeca
    Disruptive Innovation Award pada 2012 lalu.

    3. Aaron Sonson, Satwant Singh, dan
    Gregory Paczkowski
    Ilustrasi / www.guardian.co.uk
    Ketiga remaja ini menciptakan aplikasi “Stop
    & Go” yaitu aplikasi yang memungkinkan
    remaja untuk menceritakan pengalamannya
    yang pernah ditilang oleh polisi, menemukan
    informasi yang diperlukan tentang hak-hak
    merekam dan memungkinkan pengguna
    untuk memetakan pencarian yang mereka
    butuhkan.
    Ide aplikasi ini berawal dari masing-masing
    remaja asal London ini yang pernah ditilang
    berkali-kali dan digeledah polisi. Mereka
    mengatakan di situsnya bahwa mereka
    menciptakan “Stop & Go” dengan harapan
    membawa transparansi dan keadilan dalam
    prosedur tersebut.
    4. Steven Gonzalez Jr.

    Ketika berusia 12 tahun Steven Gonzalez Jr.
    didiagnosis terkena penyakit Leukimia
    Myelogenous akut, yaitu salah satu penyakit
    kanker yang jarang mematikan. Dokter
    mengatakan bahwa ia hanya memiliki
    kesempatan hidup sebesar 2 persen. Tetapi,
    ia bisa mematahkan diagnosa dokter dan
    selamat, meskipun sistem kekebalan
    tubuhnya saat itu lemah. Sehingga
    memaksanya masuk ke dalam ruang isolasi
    selama 100 hari.
    Setelah Gonzalez sembuh, ia ingin
    membantu pasien kanker lain seusianya,
    sehingga ia menciptakan game “Play
    Against Cancer”. Dalam game tersebut,
    pemain menghancurkan sel kanker yang
    digambarkan dengan hantu berwarna hijau.
    Selain itu, ia juga mengembangkan “The
    Survivor Games”, yaitu jaringan sosial dan
    komunitas online pasien kanker remaja.

    5. Team 2 (Res-Q)
    www.ravictory.blogspot.com
    Aplikasi “Stop & Go” bukan hanya menjadi ide
    inovatif, tetapi juga menginspirasi Tim 2-the-
    Res-Q yang terdiri dari empat gadis remaja
    berusia 14 tahun. Mereka mengembangan
    “CyberMentors” yaitu aplikasi anti kekerasan
    yang berfokus kepada anak-anak muda
    untuk membangun harga diri dan
    meningkatkan keselamatan mereka yang
    menjadi korban kekerasan.
    CyberMentors mencakup fitur pesan pribadi
    yang memungkinkan pengguna dapat
    berbicara dengan CyberMentor langsung
    mengenai pengalaman tentang kekerasan
    yang dialaminya.
    Tim ini bekerja sama dengan Fuerte
    International yang merupakan sebuah
    lembaga produksi ponsel berbasis di London,
    untuk dapat mengembangkan aplikasi ini.
    CyberMentors tersedia di Google Play dan
    platform berbasis web sosial.

    6. Daniel Chao
    Tahun lalu, saat Daniel Chao duduk di kelas
    lima SD dan berusia 10 tahun, ia menemukan
    aplikasi yang dapat mencatat berapa
    banyak bacaan yang sudah dilakukan dalam
    satu bulan terakhir.
    Oleh karena itu aplikasinya dinamakan iRead
    Monthly yang memungkinkan siswa dengan
    meng-klik tanggal tertentu dan masukkan
    berapa menit yang ia gunakan untuk
    membaca hari itu. Pada akhir bulan, siswa
    dapat mengirimkan laporan tersebut melalui
    e-mail ke guru mereka.
    Chao mengemukakan kepada CBS Denver
    bahwa ia bangga dan senang aplikasinya
    tersebut diterima oleh Apple meskipun
    usiany masih sangat muda.

    7. Zora Ball
    www.heavy.com
    Di usianya yang baru tujuh tahun, Zora Ball
    termasuk orang termuda untuk
    mengembangkan aplikasi mobile game. Saat
    itu ia ikut berpartisipasi sebagai salah satu
    peserta bahasa pemrograman di University
    of Pennsylvania's FATE Bootstrap Expo pada
    Desember 2012 untuk kategori usia 12
    sampai 16 tahun.
    Menurut Tribune Philadelphia, programmer
    kelas pertama akan mampu mengkonfigurasi
    ulang aplikasi yang telah dibuatnya dan Zora
    berhasil sehingga membuktikan bahwa ia
    melakukan semua pekerjaan itu sendiri.

    8. Lim Ding Wen
    www.geek.com
    Pada 2009, ketika programmer asal
    Singapura berusia Sembilan tahun, Lim Ding
    Wen membuat aplikasi lukisan virtual untuk
    dinikmati oleh adik-adiknya. Aplikasi ini
    dinamakan Doodle Kids dan telah mendapat
    persetujuan dari Apple. Doodle Kids
    menggunakan gerakan sederhana yaitu
    meniru gambar yang sudah ada.
    Lim yang sudah fasih dalam enam bahasa
    pemrograman telah menyelesaikan puluhan
    proyek. Pada Agustus 2012, ia mengerjakan
    dua proyek baru, termasuk pertandingan 3D
    pertamanya.

    9. Zach Marks
    www.thehollywoodgossip.com
    Ketika Zach Marks masih berusia 11 tahun,
    meminta didaftarkan Facebook dengan
    menggunakan umur orangtuanya. Karena
    Facebook memiliki batasan usia minimal 13
    tahun. Setelah orangtuanya memarahinya,
    ia pun memutuskan untuk menciptakan
    jejaring sosial sendiri yang aman bagi anak
    seusianya disebut Grom Social.
    Pada Desember 2012, USA Today
    melaporkan, situs Marks tersebut dilihat oleh
    2000 pengunjung dengan sekitar 6000
    halaman tampilan setiap harinya. Ini cukup
    mengesankan, mengingat Groom Social
    awalnya hanya dikenal dari mulut ke mulut
    saja.
    Groom Social memiliki fitur yang berbeda,
    seperti “Gaming”, “Entertainment”, dan
    “Health & Fitness” serta memiliki forum yang
    berisikan anti terhadap kekerasan, penyalah
    gunaan obat-obatan, dan rokok.

    0 Responses to “9 Inovator muda yang brilian”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin