April 25, 2013

0

Rahasia membeli rumah di bawah harga pasaran

  • April 25, 2013
  • Share
  • [www.ravictory.blogspot.com] ~ Apakah JBers dalam waktu dekat ini memiliki
    rencana untuk membeli rumah? Jika ya, mungkin membeli
    rumah untuk dijadikan investasi adalah langkah yang tepat
    buat JBers sekarang ini karena bisnis properti lagi banyak
    peminatnya. Bisnis properti dianggap menguntungkan oleh
    sejumlah pihak karena harga pasaran yang tiap tahun terus
    meningkat.

    Kunci dari berinvestasi rumah ini adalah bagaimana cara
    mendapatkan rumah dengan harga yang murah namun bisa
    dijual kembali dengan harga yang berkali-kali lipat dari harga
    sebenarnya. Buat yang penasaran dan ingin menerjuni bisnis
    properti. Berikut tips-tips yang bermanfaat untuk JBers yang
    ingin mendapatkan rumah dengan harga murah dan jauh dari
    harga pasaran.

    1. Jangan Terlalu Lama Menunggu
    Jika anda menjual rumah yang sekarang dan menunggu
    harga pasaran naik baru menjual rumah, sebenarnya anda
    melakukan kesalahan. Jangan terlalu lama menunggu. Anda
    harua menjadi aktif dan menemukan ide baru agar bisa
    memperoleh untung.

    2. Mencari informasi tentang kredit
    macet di Bank
    Cara baru ini bisa dilakukan dengan membangun relasi dekat
    dengan marketing atau kolektor bank untuk mengetahui info-
    info tentang kredit macet di bank tertentu.

    3. Incar debitur yang sedang
    mengalami kredit macet
    Setelah membangun relasi dengan para marketing dan
    mencari info tentang kredit macet di bank yang
    bersangkutan, langkah selanjutnya adalah mengincar sang
    debitur yang sedang kepepet untuk melunasi kredit macetnya.

    4. Lakukan negosiasi
    Dalam hal ini seorang pengincar rumah harus pandai
    bernegosiasi dan memiliki keberanian yang tinggi. Kunci dari
    bernegosiasi adalah “Selama kita tidak takut kalah maka kita
    akan sering menang. Jika kita takut kalah maka kita akan
    selalu mengalah.”

    Bernegosiasilah dengan kedua belah pihak dalam hal ini
    debitur dan kreditur dari bank. Katakan pada mereka anda
    ingin membeli rumah yang menjadi sengketa dengan harga
    yang anda inginkan, jika perlu ANCAM mereka dengan cara
    mengatakan, “anda ingin rumah tersebut masuk lelang atau
    saya beli?”
    Dalam hal ini debitur maupun kreditur tidak akan mau
    mengambil resiko jika rumah yang menjadi sengketa sampai
    masuk ke proses lelang. Karena akan merugikan kedua belah
    pihak, terutama pihak bank yang akan mengalami kerugian
    jika rumah tersebut sampai masuk proses lelang.

    5. Minta bantuan penilai properti
    Bantuan dari penilai properti ini sangat berguna untuk
    menentukan harga rumah tersebut. Jika selisih hasil penilaian
    peneliti dan besar sisa hutang pokoknya dari debitur besar
    maka properti tersebut layak ditindaklanjuti.

    6. Buat debitur yakin
    Hal ini sangat penting untuk meyakinkan debitur bahwa harga
    yang kita ingin tawarkan kepadanya akan membawa untung
    kepadanya. Misalnya sang debitur memiliki hutang sebesar Rp.
    200 juta kepada bank, kita tawarkan harga yang ingin kita
    berikan yakni Rp. 300 juta maka debitur akan berpikir dia akan
    mengalami untung padahal harga propertinya bisa sampai Rp.
    550 juta. Jika sang debitur serakah dan ingin meminta lebih
    kita bisa tinggalkan saja dia dan sambil mengingatkan kembali
    tentang bahaya masuk proses lelang, dengan demikian dia
    akan ragu untuk berbuat serakah.
    Setelah deal dan mendapat rumah yang kita inginkan, kita
    pun bisa segera pasang iklan dan menjual harga rumah
    tersebut dengan mendapat untung besar. Kita bisa memasang
    iklan dengan kata-kata seperti ini, “Jual Rugi! Rumah Elit dan
    Besar senilai Rp. 550 juta hanya seharga Rp. 450 juta! Butuh
    Uang Cepat Lagi Terbelit Hutang!”
    Dijamin 2 minggu kemudian rumah anda akan segera terjual
    dan anda pun mendapat keuntungan yang lumayan
    menggunakan strategi ini.

    0 Responses to “Rahasia membeli rumah di bawah harga pasaran”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin