April 24, 2013

0

Misteri Nameless Thing of Berkeley Square

  • April 24, 2013
  • Share
  • [www.ravictory.blogspot.com] ~ Lebih dari 100 tahun yang lalu, sesuatu yang
    mengerikan terjadi di Berkeley Square.
    Nameless Thing of Berkeley Square adalah
    sebuah julukan yang diberikan kepada entitas
    misterius yang terlihat pada abad ke 18 dan 19
    di sebuah gedung era Victorian bernama 50
    Berkeley Square di Inggris.

    Walaupun kebanyakan peneliti lebih condong
    memasukkan peristiwa ini ke dalam kategori
    supranatural, sebagian lainnya beranggapan
    kalau entitas ini dapat dimasukkan ke dalam
    kategori Cryptid atau Predator. Ini juga alasan
    mengapa saya mau menulis mengenai makhluk
    ini.

    Gedung yang angker
    Kisah misteri ini berpusat pada sebuah
    kompleks perumahan yang disebut Berkeley
    Square.
    Kompleks Berkeley Square dibangun pada
    tahun 1740 oleh seorang arsitek bernama
    William Kent. Kompleks ini pernah menjadi
    tempat kediaman tokoh-tokoh penting,
    diantaranya adalah Winston Churchill yang
    tinggal di gedung no.48. Lalu, George
    Canning, perdana menteri Inggris tahun 1827.
    Ia tinggal di gedung no.50. Dan di gedung
    inilah, misteri ini berawal.

    Tidak ada yang tahu pasti kapan dan
    bagaimana gedung ini mendapatkan reputasi
    angkernya. Namun, peristiwa aneh yang
    menyertai gedung ini sebenarnya sudah
    dimulai sejak akhir tahun 1700an. Konon
    menurut legenda, seorang anak perempuan
    yang tinggal di gedung itu dibunuh dengan
    sadis oleh pengasuhnya. Sejak saat itu, arwah
    gadis kecil itu sering terlihat sedang menangis
    di lantai atas.

    Namun baru pada tahun 1840, gedung ini
    berhasil membangun reputasinya menjadi salah
    satu bangunan yang paling ditakuti di Inggris.
    Horor di lantai dua
    Pada tahun itu, Sir Robert Warboys yang baru
    berusia 20 tahun mendengar rumor mengenai
    gedung angker itu. Dibesarkan sebagai
    seorang terpelajar, Warboys menganggap
    rendah rumor itu dan memandangnya hanya
    sebagai sebuah urban legend. Rekan Warboys
    yang tidak setuju dengan pandangan itu
    segera menantangnya untuk bermalam di
    lantai dua gedung itu.

    Dengan angkuh, ia menerima tantangan itu.
    Setelah berhasil meyakinkan sang penjaga
    gedung, Warboys diberikan sebuah kamar di
    lantai dua, persis di atas kamar sang penjaga.
    Di kemudian hari, kamar itu akan disebut
    sebagai salah satu kamar yang paling angker
    di Inggris.

    Lalu Warboys naik ke kamar tidur itu berbekal
    sebuah pistol dan sebatang lilin.
    Empat puluh lima menit kemudian, sang
    penjaga terbangun dari tidurnya. Ia
    mendengar suara ribut di kamar atas, kamar
    yang didiami Warboys. Beberapa detik
    kemudian, suara tembakan terdengar. Dengan
    tergesa-gesa, ia segera beranjak dan berlari
    menuju ke atas. Sesampai di pintu kamar, ia
    segera mendobraknya dengan paksa.
    Apa yang dilihatnya tidak akan pernah
    dilupakannya seumur hidup.
    Kondisi di dalam kamar itu hampir tidak
    berubah. Namun, di sudut kamar yang
    remang-remang, Sir Robert Warboys terbujur
    kaku sambil memegang erat pistolnya yang
    masih mengeluarkan asap. Ia sudah tidak
    bernyawa lagi!
    Apa yang lebih mengerikan adalah ekspresi
    wajah Warboys.

    Giginya mengatup dengan rapat, dan kedua
    matanya melotot seakan-akan hendak
    meloncat keluar dari tengkoraknya. Sepertinya
    ia telah melihat sesuatu yang mengerikan
    yang telah membunuhnya seketika.
    Tidak ada petunjuk mengenai apa yang telah
    menyebabkan Warboys tewas dengan tragis.
    Sang penjaga hanya menemukan sebuah
    lubang di dinding akibat peluru yang
    ditembakkan dari pistolnya.
    Apa yang telah ditembaknya?
    Yang pasti “sesuatu” yang mengerikan.
    Beberapa puluh tahun kemudian, “sesuatu” itu
    muncul kembali. Kali ini, ia terlihat oleh saksi
    yang hidup!
    Pengalaman dua pelaut
    Pada tahun 1887, dua pelaut dari kapal HMS
    Penelope di Portsmouth bernama Robert
    Martin dan Edward Blunden yang baru saja
    menghabiskan uang untuk mabuk-mabukan
    masuk ke kompleks Berkeley Square dan
    memutuskan untuk masuk ke salah satu
    gedung yang ada disitu untuk mencari tempat
    beristirahat. Kebetulan mereka memilih gedung
    no.50.

    Saat itu, 50 Berkeley Street sudah tidak
    berpenghuni dan dalam keadaan kosong.
    Kemudian mereka berhasil menemukan jalan
    masuk ke basement dan mendobrak masuk ke
    dalamnya. Karena menemukan kondisi lantai
    yang lembab, keduanya naik ke atas, lalu tidur
    di kamar yang sama dengan kamar yang
    ditempati Warboys.

    Ketika memasuki kamar itu, Blunden yang
    sepertinya lebih tidak mabuk dibanding Martin
    segera menyadari kalau suasana di kamar itu
    membuatnya gelisah. Ia mengatakan kalau ia
    merasakan kehadiran “sesuatu”. Namun Martin
    segera menenangkannya dengan membuka
    jendela kamar untuk membiarkan angin malam
    berhembus masuk.

    Sekitar satu jam kemudian, sekitar tengah
    malam, Blunden terbangun karena mendengar
    suara pintu kamar berderik. Sambil
    menggosokkan matanya, ia melihat pintu
    kamar telah terbuka.
    Blunden yang heran kemudian memeriksa
    sekelilingnya.

    Tiba-tiba ia melihat sesuatu!
    Dalam kondisi yang remang-remang, Blunden
    melihat sesosok aneh berwarna abu-abu
    merayap dengan lambat di lantai kayu. Seiring
    dengan gerakan makhluk itu, Blunden bisa
    mendengar suara gesekan dengan lantai
    kamar yang membuatnya bergidik.
    Dengan dicengkeram oleh ketakutan yang
    amat sangat, Blunden membangunkan Martin.

    Martin yang terbangun segera menyadari apa
    yang sedang terjadi di kamar itu. Keduanya
    lalu melompat dari tempat tidur.
    Makhluk itu terlihat berdiri dengan aneh di
    hadapan mereka. Di belakangnya terdapat
    pintu kamar yang menjadi satu-satunya
    harapan mereka untuk melarikan diri.
    Blunden yang gemetar melirik ke arah
    senapannya yang tergeletak dekat jendela.

    Ketika ia mencoba meraihnya, tiba-tiba
    makhluk itu melompat dan mendarat di leher
    Blunden. Blunden panik, ia mulai berteriak dan
    bergumul dengan makhluk itu.

    Melihat kesempatan itu, Martin dengan cepat
    berlari keluar kamar, menuruni tangga, keluar
    dari gedung dan segera berteriak mencari
    pertolongan. Tidak berapa lama kemudian, ia
    berjumpa dengan seorang polisi yang sedang
    berpatroli.
    Ketika mereka kembali ke gedung itu, mereka
    menemukan kamar dalam keadaan kosong.
    Blunden tidak ada disitu!
    Lalu, mereka mulai mencari ke seluruh gedung.

    Ketika sampai di basement, mereka
    menemukan Blunden. Namun, Ia sudah tidak
    bernyawa dengan kondisi tubuh terpotong-
    potong!
    Sama seperti ekspresi kematian Sir Robert
    Warboys, wajah Blunden menunjukkan ekspresi
    ketakutan yang amat sangat.
    Dalam versi lain, diceritakan kalau Blunden
    tidak tewas di basement, melainkan tewas
    karena jatuh dari jendela akibat ketakutan.

    Walaupun ada versi-versi yang berbeda, yang
    pasti semua sepakat kalau ada sesuatu yang
    mengerikan mendiami gedung 50 Berkeley
    Square.

    Pengalaman Thomas Lyttelton
    Kisah penampakan yang dialami oleh Martin
    mungkin akan dianggap sebagai cerita
    bohong pelaut yang sedang mabuk. Namun
    penampakan makhluk ini ternyata juga dialami
    oleh tokoh masyarakat yang sepertinya tidak
    punya alasan untuk berbohong. Salah satunya
    adalah anggota parlemen bernama Thomas
    Lyttelton yang pernah tinggal di gedung yang
    sama untuk beberapa waktu.

    Pada suatu malam, ketika hendak tidur,
    Lyttelton melihat sesuatu seperti makhluk
    hidup di kamarnya. Ia segera mengambil
    senapannya dan menembak. Ia yakin kalau
    makhluk itu tertembak karena ia melihatnya
    jatuh. Namun ia tidak bisa menemukan jejak
    atau bangkainya.

    Makhluk apakah itu?

    Menurut para saksi yang mengaku pernah
    melihatnya, makhluk itu nyaris tidak berbentuk
    dan terlihat seperti cairan lengket. Ketika ia
    bergerak, ia akan menghasilkan suara-suara
    yang aneh. Deskripsi yang diberikan cukup
    berbeda-beda, namun paling tidak salah satu
    saksi mengaku menyaksikan kalau makhluk itu
    memiliki kumpulan tentakel seperti gurita.

    Karena adanya deskripsi inilah, beberapa
    peneliti menyimpulkan kalau makhluk itu
    kemungkinan adalah jenis gurita air atau
    makhluk air lainnya yang telah bermutasi dan
    berhasil bermigrasi dari sungai Thames ke
    saluran bawah tanah kota London yang
    akhirnya membuat ia sampai ke gedung
    Berkeley Square lewat pipa ledeng.
    Makhluk ini mungkin sedang mengincar
    kumpulan tikus yang tinggal di gedung itu
    ketika tanpa sengaja menemukan para pelaut-
    pelaut mabuk itu.

    Namun, tidak ada penjelasan yang memuaskan
    mengenai rentang waktu penampakan yang
    cukup panjang. Jika makhluk itu memang
    seekor makhluk air yang bermutasi, sepertinya
    cukup mustahil karena penampakannya
    mencapai hingga dua ratus tahun.
    Karena itu, banyak yang percaya kalau
    makhluk itu adalah makhluk supranatural,
    bukan cryptid atau predator.

    Harry Price, salah seorang yang meneliti
    misteri ini secara intensif pada tahun 1920an
    menemukan beberapa fakta menarik. Misalnya,
    sebelum tahun 1790, 50 Berkeley Square
    ternyata pernah dijadikan markas para
    pemalsu dokumen. Price berspekulasi kalau
    kisah angker gedung itu mungkin telah
    dihembuskan oleh para pemalsu tersebut untuk
    menutupi aktivitas ilegal mereka.

    Namun,
    sementara Price meneliti lebih dalam, ia
    menemukan banyak kesaksian dan
    dokumentasi yang menceritakan kisah
    perjumpaan dengan Nameless Thing.
    Misalnya, ia menemukan sebuah artikel di
    majalah “Notes and Queries” yang ditulis oleh
    W.E Howlett yang terbit tahun 1870. Disitu
    tertulis:

    “Peristiwa Berkeley Square masih
    misterius. Kisah gedung berhantu di
    Mayfair itu bisa disimpulkan dengan
    beberapa kata: Gedung itu memiliki
    paling tidak satu kamar dengan atmosfer
    supranatural yang memilik efek buruk
    terhadap tubuh dan pikiran. Seorang
    gadis pernah melihat dan mendengar
    horor itu dan menjadi gila karenanya. Ia
    tidak pernah sembuh untuk bisa
    menceritakan apa yang telah dilihatnya.”

    Melihat dokumentasi yang cukup banyak, Price
    hanya bisa mengambil kesimpulan kalau
    memang aktivitas Poltergeist yang jahat aktif
    di gedung no.50 pada tahun 1800an. Namun
    ia percaya kalau aktivitas itu telah lenyap
    sekarang.

    Berkeley Square – Sekarang
    Sejak tahun 1938 hingga kini, lantai dasar
    gedung Berkeley Square telah digunakan
    sebagai toko buku langka yang bernama
    Maggs Brothers.

    Ed Maggs – pemilik toko buku Maggs Brothers
    Walaupun tidak ada penampakan lagi yang
    dilaporkan dalam kurun beberapa puluh tahun
    belakangan ini, perlu dicatat kalau para
    karyawan toko buku itu tidak diijinkan untuk
    naik ke lantai atas. Menurut mereka, sejak
    tahun 1950an, polisi telah menaruh sebuah
    tanda peringatan pada dinding di dalam
    gedung.

    Peringatan itu menyebutkan kalau lantai atas
    gedung itu tidak boleh digunakan, bahkan
    untuk gudang sekalipun.

    Tidak ada satu orang pun yang mengetahui
    alasan pastinya…tetapi, paling tidak mereka
    bisa menduga.

    0 Responses to “Misteri Nameless Thing of Berkeley Square”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin