April 21, 2013

0

Kelahiran 21 April: (Ebiet G. Ade)

  • April 21, 2013
  • Share
  • Ebiet pertama kali belajar gitar
    dari kakaknya, Ahmad
    Mukhodam, lalu belajar gitar di
    Yogyakarta dengan Kusbini .

    Semula ia hanya menyanyi
    dengan menggelar pentas seni
    di Senisono, Patangpuluhan,
    Wirobrajan, Yogyakarta dan juga
    di Jawa Tengah,
    memusikalisasikan puisi-puisi karya
    Emily Dickinson, Nobody, dan
    mendapat tanggapan positif dari
    pemirsanya. Walau begitu ia
    masih menganggap
    kegiataannya ini sebagai hobi
    belaka. Namun atas dorongan
    para sahabat dekatnya dari PSK
    (Persada Studi Klub yang
    didirikan oleh Umbu Landu
    Paranggi) dan juga temannya
    satu kos, akhirnya Ebiet bersedia
    juga maju ke dunia belantika
    musik Nusantara. Setelah berkali-
    kali ditolak di berbagai
    perusahaan rekam, akhirnya ia
    diterima di Jackson Record pada
    tahun 1979.[6]

    Jika semula Ebiet enggan
    meninggalkan pondokannya
    yang tidak jauh dari pondok
    keraton, maka fakta telah
    menunjuk jalan lurus baginya ke
    Jakarta. Ia melalui rekaman demi
    rekaman dengan sukses. Sempat
    juga ia melakukan rekaman di
    Filipina untuk mencapai hasil
    yang lebih baik, yakni album
    Camellia III . Tetapi, ia menolak
    merekam lagu-lagunya dalam
    bahasa Jepang , ketika ia
    mendapat kesempatan tampil di
    depan publik di sana.

    Pernah juga ia melakukan
    rekaman di Capitol Records,
    Amerika Serikat, untuk album
    ke-8-nya Zaman. Ia menyertakan
    Addie M.S. dan Dodo Zakaria
    sebagai rekan yang membantu
    musiknya.
    Lagu-lagunya menjadi trend baru
    dalam khasana musik pop
    Indonesia. Tak heran, Ebiet
    sempat merajai dunia musik pop
    Indonesia di kisaran tahun
    1979-1983 . Sekitar 7 tahun Ebiet
    mengerjakan rekaman di
    Jackson Record. Pada tahun
    1986, perusahaan rekam yang
    melambungkan namanya itu
    tutup dan Ebiet terpaksa keluar.

    Ia sempat mendirikan perusahaan
    rekam sendiri EGA Records, yang
    memproduksi 3 album, Menjaring
    Matahari , Sketsa Rembulan Emas ,
    dan Seraut Wajah .
    Sayang, pada tahun 1990 , Ebiet
    yang "gelisah" dengan Indonesia,
    akhirnya memilih "bertapa" dari
    hingar bingar indutri musik dan
    memilih berdiri di pinggiran saja.
    Baru pada tahun 1995 ia
    mengeluarkan album Kupu-Kupu
    Kertas (didukung oleh Ian Antono,
    Billy J. Budiardjo (alm),
    Purwacaraka , dan Erwin Gutawa )
    dan Cinta Sebening Embun
    (didukung oleh Adi Adrian dari
    KLa Project). Pada tahun 1996 ia
    mengeluarkan album Aku Ingin
    Pulang (didukung oleh
    Purwacaraka dan Embong
    Rahardjo ). Dua tahun berikutnya
    ia mengeluarkan album Gamelan
    yang memuat 5 lagu lama yang
    diaransemen ulang dengan musik
    gamelan oleh Rizal Mantovani.
    Pada tahun 2000 Ebiet
    mengeluarkan album Balada
    Sinetron Cinta dan tahun 2001 ia
    mengeluarkan album Bahasa
    Langit , yang didukung oleh Andi
    Rianto , Erwin Gutawa dan
    Tohpati. Setelah album itu, Ebiet
    mulai lagi menyepi selama 5
    tahun ke depan.

    Ebiet adalah salah satu penyanyi
    yang mendukung album Kita
    Untuk Mereka, sebuah album
    yang dikeluarkan berkaitan
    dengan terjadinya tsunami
    2004 , bersama dengan 57 musisi
    lainnya. Ia memang seorang
    penyanyi spesialis tragedi,
    terbukti lagu-lagunya sering
    menjadi tema bencana.
    Pada tahun 2007 , ia
    mengeluarkan album baru
    berjudul In Love: 25th Anniversary
    (didukung oleh Anto Hoed ),
    setelah 5 tahun absen rekaman.

    Album itu sendiri adalah
    peringatan buat ulang tahun
    pernikahan ke-25-nya, bersama
    pula 13 lagu lain yang masih
    dalam aransemen lama. [7]

    Kemunculan kembali Ebiet pada
    28 September 2008 dalam
    acara Zona 80 di Metro TV
    cukup menjadi obat bagi para
    penggemarnya. Dengan dihadiri
    para sahabat di antaranya Eko
    Tunas , Ebiet G Ade membawakan
    lagu lama yang pernah popular
    pada dekade 80-an.

    0 Responses to “Kelahiran 21 April: (Ebiet G. Ade)”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin