April 25, 2013

0

Benarkah cokelat bisa picu jerawat? ini jawabannya

  • April 25, 2013
  • Share
  • [www.ravictory.blogspot.com] ~ Banyak orang mengira
    makanan penyebab jerawat adalah
    makanan yang berprotein tinggi
    seperti telur atau kacang-
    kacangan. Namun sebuah studi
    baru dari Belanda mengungkap
    bahwa cokelat juga dapat memicu
    munculnya jerawat dengan cara
    mengubah sistem kekebalan.

    Dalam studi tersebut, tim peneliti
    mengumpulkan sampel darah dari
    tujuh orang sehat sebelum dan
    sesudah mereka diminta memakan
    1,7 ons cokelat setiap hari selama
    empat hari. (Masing-masing cokelat
    mengandung 30 persen kokoa).

    Kemudian peneliti dari Radboud
    University Nijmegen Medical Center
    ini memapari sel-sel darah partisipan
    dengan bakteri-bakteri penyebab
    jerawat yaitu Propionibacterium
    acnes dan Staphylococcus aureus.
    Ternyata setelah memakan cokelat,
    sel-sel darah partisipan
    menghasilkan lebih banyak
    interleukin-1b (penanda peradangan
    sistem kekebalan) ketika terpapar
    Propionibacterium acnes. Hal ini
    menunjukkan konsumsi cokelat dapat
    meningkatkan peradangan yang
    berkontribusi terhadap munculnya
    jerawat.

    Selain itu, cokelat juga dapat
    meningkatkan produksi faktor sistem
    kekebalan lain yang disebut dengan
    interleukin 10 setelah terpapar
    bakteri Staphylococcus aureus.
    Padahal Interleukin 10 diketahui
    dapat menurunkan sistem
    pertahanan tubuh saat melawan
    mikroorganisme sehingga jika kadar
    interleukin 10 tinggi maka akan
    tercipta kondisi-kondisi yang
    menyebabkan bakteri-bakteri
    tersebut memicu jerawat sekaligus
    memperburuk kondisinya, kata
    peneliti.

    Namun selain karena lingkupnya
    yang terlalu kecil, temuan studi ini
    masih bersifat preeliminer, artinya
    studi-studi berikutnya sebaiknya
    melakukan pengamatan lebih
    mendalam terhadap komponen
    cokelat (lemak, gula, dll) yang bisa
    jadi bertanggung jawab terhadap
    munculnya efek-efek tersebut dan
    apakah cokelat bebas lemak akan
    memberikan efek yang berbeda.

    Studi lain yang dilakukan pada
    tahun 2011 juga menemukan bahwa
    konsumsi cokelat dapat
    memperparah jerawat tapi studi
    tersebut hanya melibatkan 10 pria
    yang mengonsumsi cokelat murni.

    Menanggapi studi ini, Dr. Kanade
    Shinkai, seorang dokter kulit dari
    University of California, San Francisco
    School of Medicine dengan
    spesialisasi pada pengobatan
    jerawat mengatakan, "Meski banyak
    yang mengatakan cokelat, produk
    susu dan makanan lainnya seperti
    makanan berglikemi tinggi dapat
    berpengaruh pada jerawat, tapi
    sangat sedikit bukti yang dapat
    menunjukkan pengaruh makanan-
    makanan tersebut."

    "Lagipula mungkin ada beberapa
    orang yang jerawatnya dipengaruhi
    oleh pola makan tapi ini tak berlaku
    bagi semua orang. Ada banyak
    faktor yang berkontribusi terhadap
    jerawat, termasuk faktor genetik,
    hormonal dan konsumsi obat-obatan
    tertentu," tambahnya.

    Itulah mengapa menurut Shinkai
    kebanyakan dokter kulit tidak
    merekomendasikan perubahan pola
    makan ketika pasien mereka
    mengeluh jerawatan, kecuali jika si
    pasien yakin makanan tertentulah
    yang menyebabkan jerawatnya
    muncul.

    Bahkan Shinkai menentang
    pembatasan makanan tertentu
    seperti menghindari produk susu
    karena bahan makanan ini
    merupakan sumber kalsium dan
    vitamin D penting. "Yang tak kalah
    penting manfaat nutrisi dari produk
    ini lebih besar daripada efeknya
    sebagai pemicu jerawat," tutupnya.
    Studi ini telah dipublikasikan dalam
    jurnal Cytokine.

    0 Responses to “Benarkah cokelat bisa picu jerawat? ini jawabannya”

    Post a Comment

    This Blog is DOFOLLOW, Well Please Comment and are not included in spam Thank You..

    Cheers,

    Admin