-->

Pria Ini 13 Tahun Bertahan Hidup Cuci Darah Sendiri di Kamar Mandi

Sobat unik, salah satu persoalan paling krusial dihadapi dunia saat ini adalah kemiskinan.Karena kemiskinan itu pula yang membuat pria China ini harus menjalani cuci darah di kamar mandi kediamannya selama 13 tahun, akibat tidak bisa menanggung biaya kesehatan yang sangat tinggi.

Dialah Songwen Hu. Baginya, kamar mandi tak hanya untuk tempat membersihkan tubuh tetapi juga sebagai tempat cuci darah.

Seperti yang dilansir weirdasianews belum lama ini, tiga kali sepekan untuk beberapa jam  pria itu menggantung lengannya di kamar mandi untuk mencuci darahnya seorang diri.

Mengapa Hu menjalani cuci darah di rumahnya? Pastinya karena kemiskinan. Dia tak mampu menjangkau biaya cuci darah di rumah sakit. Kemiskinan membuat Hu berimprovisasi membikin mesin cuci darah yang bisa digunakan.

Sebelum melakukan cuci darah sendiri di rumahnya, Hu menjalani cuci darah selama enam tahun di rumah sakit, namun karena tabungannya sudah habis, dia terpaksa cuci darah di rumah.

Menurut  Hu, dia menghabiskan uang sebanyak US$9,67 untuk setiap cuci darah di rumah. Jumlah ini hanya 12%  dari biaya cuci darah di rumah sakit. Sekalipun dua dari temannya telah meninggal setelah menjalani cuci darah di rumah, Hu tak putus harapan.

Faktanya, dia masih hidup selama 13 tahun setelah menjalani cuci darah di rumah. Hu membikin cairan dialisis dengan mencampur beberapa reagen, seperti potasium klorida, sodium klorida, dan sodium bikarbonat ke air yang dipurifikasi.

Sekalipun terapi ini membikin tubuh dan kantong Hu sehat, namun dokter mengatakan cuci darah yang dilakukan Hu berisiko tinggi. Pasalnya, dia tak mendapat terapi yang semestinya dari dokter berlisensi.

Barangkali Hu tak menyadari risiko ini, namun suatu waktu boleh jadi dia mengalami komplikasi organ.  Saat pemerintah China mempelajari kasus Hu dan menawarkan bantuan, Hu menolak dengan alasan letak rumah sakit terlalu jauh dari rumahnya, dan terlalu penuh. (**)

Sumber

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter